Dana Kelolaan Reksadana Pasar Uang Terus Tumbuh di Juni, Ini Daftar 20 MI Juara

Bareksa • 13 Jul 2020

an image
Ilustrasi investor wanita memegang lembaran uang rupiah kertas pecahan 100.000 dan handphone gadget smartphone untuk mendapat keuntungan investasi reksadana saham obligasi surat berharga negara secara online

Persentase pertumbuhan dana kelolaan reksadana pasar uang pada Juni MoM makin kencang dibandingkan Mei

Bareksa.com - Laporan bulanan Industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report June 2020, menyebutkan assets under management (AUM) atau dana kelolaan reksadana pasar uang pada Juni 2020 berhasil tumbuh 2 persen secara bulanan (month on month/MoM) menjadi Rp63,9 triliun. Nilai itu naik Rp1,2 triliun jika dibandingkan AUM reksadana pasar uang pada Mei 2020 yang sebesar Rp62,7 triliun.

Persentase pertumbuhan dana kelolaan reksadana pasar uang pada Juni 2020 yang sebesar 2 persen dibandingkan bulan sebelumnya, mengencang dibandingkan pada Mei yang hanya naik 1 persen dibandingkan April.  

Secara kuartalan, nilai dana kelolaan reksadana pasar uang pada Juni atau kuartal II 2020 juga naik Rp3,1 triliun atau 5 persen, jika dibandingkan kuartal I atau Maret 2020 yang senilai Rp60,8 triliun. Untuk diketahui, level terendah nilai kelolaan reksadana tahun ini terjadi pada Maret 2020 akibat gejolak pasar terdampak sentimen pandemi Covid-19. Secara tahunan (YoY), dana kelolaan reksadana pasar uang pada Juni 2020 tumbuh 11 persen.

Meskipun secara bulanan, kuartal per kuartal, dan tahunan membukukan kenaikan, namun dana kelolaan reksadana pasar uang secara year to date (YtD) atau sepanjang tahun berjalan 2020 hingga Juni masih negatif 7,57 persen. Seiring dengan itu, jumlah unit reksadana pasar uang juga tertekan 11,75 persen YtD pada Juni 2020 menjadi 46,5 miliar unit.

Namun persentase penurunan dana kelolaan semakin mengecil seiring tren pemulihan di industri reksadana yang terus berlanjut. Pada Mei 2020, secara YtD dana kelolaan reksadana pasar uang minus 9,37 persen.


Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report June 2020

Tercatat, mayoritas manajer investasi atau MI dalam daftar top 20 AUM reksadana pasar uang terbesar per akhir Juni 2020 mengalami pertumbuhan dana kelolaan secara tahunan (YoY), year to date (YtD) maupun bulanan (MoM).

Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report June 2020 menyebutkan posisi lima manajer investasi teratas di reksadana pasar uang, yakni :

1. Mandiri Manajemen Investasi (MMI)

Juara pertama perolehan dana kelolaan reksadana pasar uang pada Juni 2020, masih ditempati jawara bulan sebelumnya yakni PT Mandiri Manajemen Investasi. Dana kelolaan reksadana pasar uang Mandiri Investasi pada bulan lalu tercatat Rp11,49 triliun.

Mandiri Investasi yang menguasai pangsa pasar reksadana pasar uang 18 persen, mengalami pertumbuhan dana kelolaan 8 persen secara year to date (YtD) dan secara tahunan/YoY 47 persen.

2. Bahana TCW Investment Management

Berbeda dibandingkan posisi Mei 2020, posisi kedua MI dengan perolehan dana kelolaan reksadana pasar uang terbesar pada Juni 2020 ditempati Bahana TCW Investment Management. Sebelumnya, pada Mei 2020, Bahana TCW masih menempati posisi kelima.

Pada Juni 2020, dana kelolaan reksadana pasar uang Bahana TCW mencapai Rp6,41 triliun. Bahana TCW menguasai pangsa pasar reksadana pasar uang 10 persen. Secara YtD, AUM reksadana pasar uang Bahana TCW tumbuh 9 persen dan secara MoM melonjak 25 persen.

3. Eastspring Investments Indonesia

Eastspring Investments Indonesia yang pada Mei 2020 menempati posisi kedua sebagai MI dengan perolehan dana kelolaan reksadana pasar uang terbesar kedua, pada Juni 2020 menempati posisi ketiga. Eastspring yang mencatatkan AUM Rp6,31 triliun.

Menguasai pangsa pasar reksadana pasar uang 10 persen, Eastspring mengalami pertumbuhan dana kelolaan reksadana pasar uang 11 persen secara year to date (YtD), tumbuh 32 persen secara tahunan (YoY), dan bulanan (MoM) meningkat 10 persen.

4. Sucorinvest Asset Management

Seperti halnya pada posisi bulan Mei 2020, Sucorinvest Asset Management pada Juni 2020 menempati posisi keempat sebagai MI dengan perolehan dana kelolaan reksadana pasar uang terbesar. Dana kelolaan reksadana pasar uang yang dihimpun mencapai Rp5,83 triliun.

Sucorinvest mengalami pertumbuhan dana kelolaan terbesar secara year on year (YoY) mencapai 135 persen. Secara year to date (YtD), dana kelolaan pasar uang Sucorinvest mengalami pertumbuhan 33 persen dan MoM 9 persen.

5. Manulife Aset Manajemen Indonesia

Manulife AM Indonesia yang pada Mei 2020 menempati posisi ketiga dengan perolehan dana kelolaan pasar uang terbesar, pada Juni 2020 berada di posisi kelima. Menguasai market share 8 persen di reksadana pasar uang, Manulife AM mengalami pertumbuhan dana kelolaan 9 persen secara year to date (YtD) dan secara tahunan/YoY 24 persen.

Top 20 MI AUM Reksadana Pasar Uang Terbesar Juni 2020


Sumber : Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report Mei 2020

Top 20 MI

Sementara itu posisi keenam hingga 10 MI dengan perolehan dana kelolaan reksadana pasar uang terbesar pada Juni 2020, secara berurutan adalah Batavia PAM, BNI AM, Danareksa, BNP AM, dan Schroders Indonesia.

Selanjutnya posisi ke-11 hingga ke-20 Manajer Investasi dengan dana kelolaan reksadana pasar uang terbesar Juni 2020, yakni Syailendra, PNM IM, TRAM, Victoria, Principal AM, Avrist, Insight, Mega Capital, Panin AM, dan Henan Putihrai.

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report June 2020. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).   

(AM)

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.