Reksadana Indeks dan Saham Dominasi Juara Return Mei 2020, Ini Daftarnya

Bareksa • 02 Jun 2020

an image
Ilustrasi sejumlah investor sedang membandingkan data investasi reksadana saham obligasi surat berharga negara di kertas handphone laptop.

Top 10 return sebulan diisi oleh 4 reksadana indeks dan ETF, 5 reksadana saham dan 1 reksadana campuran

Bareksa.com - Kinerja reksadana sepanjang Mei 2020 sedikit berbeda dibandingkan April. Pada April 2020, reksadana saham syariah mendominasi daftar top return reksadana sebulan terakhir. Namun pada Mei, juaranya bergeser yakni reksadana indeks dan ETF serta reksadana saham konvensional yang mendominasi.

Tercatat dalam daftar reksadana yang tersedia di Bareksa, top 10 return sebulan diisi oleh 4 reksadana indeks dan ETF, 5 reksadana saham dan 1 reksadana campuran. Sepanjang bulan lalu, reksadana indeks Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund menjadi juaranya dengan imbal hasil 11,25 persen sebulan terakhir (per 29 Juni 2020). 

Posisi  2 hingga 5 dikuasai oleh reksadana saham, kemudian posisi 6-10 diisi oleh reksadana indeks, campuran dan saham. Imbal hasilnya di kisaran 6,55 persen hingga 8,52 persen sebulan.

Top 10 Reksadana Return Tertinggi Sebulan (per 29 Mei 2020)


Sumber : Bareksa

1. Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund

Reksadana indeks & ETF besutan Syailendra Capital ini berhasil menjuarai kinerja bulan Mei 2020 dengan imbal hasil 11,25 persen. Reksadana yang diperdagangkan di Bursa Efek ini memiliki dana kelolaan Rp524 miliar per April 2020 dan bisa dibeli di Bareksa dengan minimum pembelian awal dan penjualan kembali hanya Rp50.000.


Sumber : Bareksa

Portofolio investasi reksadana ini berdasarkan fund fact sheet April 2020 yakni saham Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Bank Mandiri (Persero) Tbk
Astra International Tbk, Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan Indofood Sukses Makmur Tbk.

2. BNP Paribas Infrastruktur Plus

Posisi kedua top return bulan Mei 2020 ditempati oleh reksadana saham BNP Paribas Infrastruktur Plus, kelolaan BNP Paribas Asset Management dengan imbal hasil 8,52 persen.

Per April 2020, reksadana ini mengelola dana investor Rp878,8 miliar. Berdasarkan fund fact sheet April 2020, isi portofolio BNP Paribas Infrastruktur Plus di antaranya saham Astra International Tbk, Bank Central Asia Tbk, Bank Mandiri (Persero) Tbk, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

Sumber : Bareksa

3. BNI-AM Inspiring Equity Fund

Reksadana saham BNI-AM Inspiring Equity Fund kelolaan BNI Asset Management berada di posisi ketiga dengan return 8,37 persen sebulan. Reksadana yang diluncurkan sejak 7 April 2014 ini bisa dibeli di Bareksa dengan minimum pembelian awal dan penjualan kembali hanya Rp10.000.

Dana kelolaan reksadana ini per April 2020 senilai Rp1,02 triliun, portofolio reksadana ini menurut fund fact sheet Maret 2020 di antaranya berinvestasi di saham Astra International Tbk, Bank Central Asia Tbk, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Bank Mandiri (Persero) Tbk, H.M. Sampoerna Tbk.
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Indofood Sukses Makmur Tbk, Semen Indonesia (Persero) Tbk, Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk dan Unilever Indonesia Tbk.


Sumber : Bareksa

4. Semesta Dana Saham

Di posisi keempat ditempati reksadana saham  Semesta Dana Saham besutan Semesta Aset Manajemen dengan return 7,68 persen sebulan. Reksadana ini diluncurkan pada Maret 2014 dan per April 2020 mengelola dana Rp21,24 miliar. Reksadana ini bisa dibeli di Bareksa dengan minimum pembelian awal dan penjualan kembali Rp100.000.


Sumber : Bareksa

Portofolio investasi per April 2020, di antaranya pada saham Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Bank Mandiri (Persero) Tbk, Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dan Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

5.  Manulife Greater Indonesia Fund

Reksadana saham Manulife Greater Indonesia Fund menempati ranking 5 dengan imbal hasil 7,36 persen sebulan. Reksadana besutan Manulife Aset Manajemen Indonesia ini diluncurkan pada September 2011 dan per April 2020 mengelola dana investor US$38,5 juta. Reksadana ini bisa dibeli di Bareksa dengan minimum pembelian awal US$100 dan selanjutnya US$10.


Sumber : Bareksa

Portofolio investasi reksadana ini per April 2020 di antaranya saham Bank Central Asia Tbk, Bank Mandiri (Persero) Tbk, Merdeka Copper Gold Tbk, Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk dan Tower Bersama Infrastructure Tbk.

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.