Tidak Cukup Hanya Menabung, Tapi Harus Investasi!

Bareksa • 26 Mar 2020

an image
Ilustrasi seseorang menyimpan melindungi menabung uang koin di tempat aman. (shutterstock)

Ada beberapa kekurangan menyimpan uang dalam bentuk tabungan atau deposito di bank

Bareksa.com - Peribahasa “hemat pangkal kaya” sudah sering sekali kita dengar sejak masih kanak-kanak.Orang tua Anda juga pasti mengajarkan hal yang sama, jika ingin cepat kaya, berhematlah dan tabunglah uang Anda.

Kemudian di era sekarang ini, memiliki tabungan dan deposito atau setidaknya akun di sebuah bank menjadi sebuah kewajiban. Untuk membayar listrik, tagihan kartu kredit, menerima penghasilan gaji setiap bulannya, hampir segala aktivitas finansial kita berlangsung di bank.

Karena itu, menabung di bank menjadi pilihan teraman dan ternyaman. Anda cukup memasukkan uang ke rekening Anda, dan selama Anda tidak menghilangkan ATM atau dokumen lainnya, uang Anda dipastikan aman di bank.

Anda juga akan mendapatkan bunga setiap bulannya yang sedikit demi sedikit akan menambah jumlah saldo. Simpel dan mudah, bukan? Namun di balik semua kelebihan ini, ada beberapa kekurangan menyimpan uang dalam bentuk tabungan atau deposito di bank. Berikut diantaranya:

1. Bunga vs Biaya

Ya, memang Anda akan mendapatkan bunga setiap bulannya, tapi jangan lupa bahwa ada potongan pajak, biaya administrasi, belum lagi biaya transfer yang otomatis akan mengurangi “laba” yang Anda dapatkan dari bunga.

Biaya-biaya tambahan yang dibebankan kepada rekening Anda mengakibatkan bunga yang Anda dapatkan sangatlah kecil, bahkan kemungkinan besar bunga yang Anda dapatkan malah lebih kecil dibandingkan biaya rekening tersebut.

Selain itu, banyak bank yang menerapkan saldo minimum pada setiap akun yang dibuka, dan jika uang Anda berada di bawah limit saldo minimum, bank akan memberikan denda tambahan kepada Anda.

2. Godaan ATM

Hal ini yang sering membuat orang-orang kebablasan, kemudahan menarik uang melalui ATM bisa bikin Anda kalap, terutama jika Anda termasuk orang yang impulsif.

Belanja di mal tinggal gesek kartu ATM, lalu ketika sampai di rumah Anda baru tersadar bahwa uang untuk bayar tagihan listrik terpakai buat belanja baju baru!

3. Melewatkan Peluang

Jangan Anda hanya mendiamkan uang di bank, atau Anda akan melewatkan berbagai peluang finansial yang jauh lebih menguntungkan dibandingkan hanya menempatkan uang Anda di produk tabungan dan deposito bank.

Investasikan uang Anda dalam bentuk investasi yang berbeda, dan jika memungkinkan, bagilah tabungan dan deposito Anda dalam beberapa jenis investasi berbeda untuk memaksimalkan potensi keuntungan Anda.

Ada banyak sekali kesempatan investasi di Indonesia, mulai dari yang konvensional seperti saham, obligasi, dan reksadana.

Banyak orang masih berpikir bahwa menabung saja sudah cukup untuk menjamin masa depan mereka. Padahal memiliki tabungan atau deposito saja tidak sama dengan kesuksesan finansial.

Jika Anda hanya menyimpan uang Anda dalam bentuk tabungan atau deposito, dalam waktu 15 tahun ke depan, nilainya akan semakin berkurang akibat pengaruh inflasi. Apakah Anda ingin jaminan kehidupan masa depan yang lebih baik?

Gunakan modal yang Anda miliki untuk berinvestasi. Ingatlah, semakin banyak aset yang Anda miliki, semakin banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

Investasi Reksadana

Berbicara mengenai investasi reksadana, saat ini kita sudah bisa memulai investasi reksadana dengan modal yang sangat minim, yaitu Rp100.000. Perlu diingat, hal terpenting dari sebuah investasi adalah konsistensi, bukan seberapa besar modal awal yang ada.

Sebagai contoh, andaikan kita mampu untuk menyisihkan uang Rp200.000 setiap bulannya selama 3 tahun untuk diinvestasikan ke dalam reksadana pendapatan tetap, akan seperti apa hasilnya?


Sumber: Bareksa

Sebagai gambaran, kinerja reksadana pendapatan tetap dalam 3 tahun terakhir menunjukkan hasil cukup memuaskan. Berdasarkan data reksadana pendapatan tetap yang dijual di Bareksa, 5 produk reksadana pendapatan tetap dengan imbal hasi (return) tertinggi jika dirata-ratakan memberikan return 22,10 persen dalam 3 tahun terakhir atau 7,37 persen per tahun.

Jika kita asumsikan return tersebut untuk investasi reksadana pendapatan tetapsebesar Rp200.000 untuk 3 tahun ke depan, maka hasilnya akan tampak sebagai berikut :


Sumber : Bareksa

Dengan menggunakan Kalkulator Investasi Bareksa, maka sebagian kecil uang yang kita sisihkan kemudian ditabung di reksadana selama 3 tahun, nilainya naik menjadi Rp7,99 juta. Hasil yang lumayan menarik dengan cara yang sederhana dan mudah untuk dilakukan.

Perlu diketahui, reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Adapun reksa dana pendapatan tetap wajib menempatkan minimal 80 persen portofolionya dalam efek surat utang atau obligasi. Maka dari itu, reksa dana ini sangat terpengaruh dengan pasar obligasi.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.