Ingin Siapkan Dana Pendidikan Anak? Mulai Sisihkan Rp9.000 per Hari di Reksadana

Bareksa • 20 Jan 2020

an image
Ilustrasi menabung investasi reksadana untuk pendidikan kuliah sarjana S2 yang dilambangkan dengan koin, buku dan topi toga

Demi kenyamanan berinvestasi pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko kamu

Bareksa.com - Sedang akan menikah atau sudah menikah, dan sedang bersiap menyambut kehadiran buah hati? Jika iya, salah satu persiapan yang mesti dilakukan sedini mungkin ialah menyiapkan dana pendidikan.  

Sebab biaya pendidikan tidaklah murah dan setiap tahunnya mengalami kenaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, biaya pendidikan mengalami kenaikan dengan persentase 10 persen tiap tahun.

Untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak, bisa dengan berinvestasi. Jika melihat besaran potensi kenaikan biaya pendidikan per tahun, sebaiknya pilihlah instrumen yang memberikan imbal hasil lebih tinggi dari inflasi pendidikan tersebut.

Nah, salah satu bentuk investasi yang dapat dipilih adalah reksadana. Reksadana ialah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Reksadana juga diartikan, sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi.

Sebagaimana dikutip dari Bursa Efek Indonesia (BEI), reksadana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan terbatas. Selain itu, reksadana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Reksadana memberikan imbal hasil (return) dari pertumbuhan nilai aset-aset yang ada dalam portofolionya. Imbal hasil ini potensinya lebih tinggi dibandingkan dengan deposito atau tabungan bank.

Jenis reksadana yang dipilih, bisa disesuaikan dengan karakter kita apakah seorang high-risk taker, medium-risk taker, atau low-risk taker. Jika kita kurang berani untuk mengambil risiko rugi, bisa memilih reksadana pasar uang. Sementara jika kita cukup berani tapi masih jaga-jaga untuk tidak terlalu rugi, bisa coba fixed income (reksadana pendapatan tetap) atau balanced (reksadana campuran). Dan jika kita cukup berani ambil risiko, bisa berinvestasi di reksadana saham (equity).

Selain mempertimbangkan tipe karakter, perlu juga dipertimbangkan lamanya investasi. Untuk investasi biaya pendidikan anak yang relatif untuk jangka panjang, bisa mempertimbangkan reksadana campuran.

Adapun reksadana campuran, cocok untuk investor individu yang memiliki profil risiko moderat dan memiliki tujuan jangka menengah panjang (3-5 tahun atau lebih). Seperti tertulis di situs informasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), reksadana campuran adalah investasi yang menanamkan dananya di berbagai macam efek, antara lain ekuitas (saham), surat utang (obligasi), dan pasar uang (deposito).

Investasi Rp9.000 per Hari

Katakanlah kamu memutuskan untuk mulai menyisihkan sebagian uang untuk ditempatkan pada pos dana pendidikan anak. Sebagai langkah awal, kita mulai mengalokasikan dana Rp9.000 per hari atau setara Rp270.000 per bulan.

Kemudian kamu memutuskan untuk menempatkan uang yang disisihkan dari gaji setiap bulan itu, ke dalam reksadana di marketplace Bareksa selama 10 tahun ke depan sebagai langkah awal atau tahap pertama kita menyiapkan dana pendidikan.

Investasi reksadana kita pilih, karena kita sudah mempelajari ada potensi keuntungan optimal dan juga imbal hasilnya bebas pajak karena bukan objek pajak. Jenis reksadana yang kamu pertimbangkan ialah reksadana campuran.

Basarkan daftar reksadana yang dijual di Bareksa, top 5 reksadana campuran return tertinggi mampu memberikan imbal hasil 117,66 persen hingga 226,12 persen dalam 10 tahun terakhir (per 17 Januari 2020).

Secara rata-rata top 5 reksadana tersebut memberikan imbal hasil 157,42 persen dalam 10 tahun atau 15,74 persen per tahun.

Top 5 Reksadana Campuran Return Tertinggi 10 Tahun (per 17 Januari 2020)

Sumber: Bareksa

Kemudian, kamu bisa gunakan tools Kalkulator Investasi Bareksa untuk mengetahui bagaimana potensi hasil investasimu setelah 10 tahun berinvestasi.

Dalam kolom Kalkulator Investasi Bareksa, kamu bisa menanamkan investasi awalmu misalkan Rp100.000, kemudian investasi reguler Rp270.000 per bulan untuk jangka waktu investasi 120 bulan atau 10 tahun. Kemudian kamu masukkan potensi return atau imbal hasil per tahun yang diharapkan 15,75 persen. Kemudian klik tombol hitung.

Hasilnya dengan berinvestasi awal Rp100.000 dan investasi rutin Rp270.000 per bulan selama 120 bulan, maka kamu bisa mengumpulkan dana pokok investasi Rp32.500.000.

Sumber: Bareksa

Tidak hanya itu, karena kamu menempatkan danamu di reksadana campuran, maka danamu berpotensi meraih imbal hasil investasi Rp42.247.145. Sehingga total dana dan imbal hasil investasimu berpotensi tumbuh jadi Rp74.747.145.

Dengan dana sebesar itu bisa kamu gunakan untuk modal awal kamu mempersiapkan biaya pendidikan anak. Nah, jika dalam 10 tahun mendatang usia anakmu masih tergolong usia sekolah, cara yang sama dan atau mungkin memilih bentuk reksadana lainnya bisa kamu lakukan sebagai persiapan lanjutan untuk jenjang pendidikan anak.

Sementara jika kamu ingin mendapatkan hasil investasi yang jauh lebih besar, kamu tinggal menambah besaran alokasi investasi reguler alias dana yang kamu sisihkan dari pendapatan tiap bulan.

Namun perlu diingat, simulasi tersebut berdasarkan kinerja historikal di masa lalu, yang tidak menjamin potensi imbal hasil akan serupa di masa mendatang. Imbal hasil reksadana di masa depan, bisa lebih rendah atau lebih tinggi tergantung kondisi pasar.

Demi kenyamanan berinvestasi pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko kamu.

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.