Berita / / Artikel

Top Reksadana Campuran Oktober Untung hingga 5 Persen, Begini Portofolionya

• 05 Nov 2019

an image
Refleksi sejumlah karyawan melakukan donor darah dengan latar belakang pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (7/8/2109). Perdagangan IHSG ditutup menguat 84,72 poin atau 1,38 persen ke posisi 6.204,2. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pd.

Indeks reksadana campuran sepanjang Oktober 2019 bertambah 0,8 persen

Bareksa.com - Perdagangan pasar saham Indonesia sepanjang Oktober 2019 mengalami pergerakan cukup memuaskan dan ikut mendorong kinerja reksadana yang memiliki aset saham dalam portofolionya, di antaranya reksadana campuran.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,96 persen month on month (MoM) sepanjang bulan lalu. Jika dilihat sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan akhir bulan lalu (year to date/YtD), IHSG tercatat menguat tipis 0,55 persen.

Kinerja bursa saham domestik yang terbilang cukup memuaskan sepanjang bulan lalu, membuat kinerja reksadana yang memiliki saham dalam portofolionya ikut terkerek.

Tercatat indeks reksadana saham naik 0,58 persen MoM pada Oktober 2019 dan indeks reksadana campuran bertambah 0,8 persen.

Reksadana campuran di Bareksa juga membukukan pertumbuhan return. Top reksadana campuran sepanjang Oktober 2019 mencetak keuntungan antara 1,64 persen hingga 5,04 persen.

Kinerja reksadana campuran tersebut jauh melampaui kinerja IHSG maupun indeks reksadana campuran sepanjang Oktober 2019.

Posisi pertama, reksadana campuran jawara return sepanjang Oktober 2019 ialah HPAM Flexi Plus. Reksadana kelolaan PT Henan Putihrai Asset Management mencetak return 5,04 persen. Reksadana ini memiliki dana kelolaan Rp112,56 miliar dan bisa dibeli di Bareksa mulai Rp500.000.

Berdasarkan fund fact sheet per September 2019, portofolio investasi reksadana ini adalah campuran saham PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Posisi kedua ditempati reksadana kelolaan PT Ciptadana Asset Management yakni Cipta Syariah balance yang berhasil meraih return 2,06 persen pada Oktober 2019. Reksadana campuran syariah ini mengelola dana Rp33,89 miliar dan bisa dibeli di Bareksa mulai Rp100.000.

Menurut fund fact sheet September 2019, portofolio investasi reksadana ini ialah campuran Surat Berharga Syariah Negara Seri PBS015, SBSN RI Seri PBS005, Surat Berharga Syariah Negara Seri PBS011, SBSN RI Seri PBS004, dan saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

Posisi ketiga ialah Semesta Dana Maxima dengan imbal hasil 1,9 persen pada Oktober 2019. Reksadana racikan Semesta Aset Manajemen ini mencatat dana kelolaan Rp24 miliar dan bisa dibeli di Bareksa mulai Rp100.000.

Per Agustus 2019, portofolio investasi reksadana ini ialah campuran saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP).

Posisi keempat ditempati Mandiri Investa Aktif dengan imbal hasil 1,64 persen. Reksadana kelolaan Mandiri Manajemen Investasi ini mencetak dana kelolaan Rp29,1 miliar dan bisa dibeli di Bareksa mulai Rp50.000.

Portofolio investasi reksadana ini per September 2019 ialah campuran saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk dan lainnya.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

Tags: