Berita Hari Ini : Calon Menteri Dipanggil Jokowi, Saham ABBA Terbang

Bareksa • 22 Oct 2019

an image
Pengusaha Erick Thohir melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik usai dilantik Minggu (20/10/2019) untuk masa jabatan keduanya periode tahun 2019-2024 bersama Wapres Ma'ruf Amin. ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Prabowo siap jadi Menteri Pertahanan, sejumlah anak BUMN akan IPO, diaspora bonds meluncur pada 2020

Bareksa.com - Berikut adalah intisari perkembangan penting di pasar modal dan aksi korporasi, yang disarikan dari media dan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa, 22 Oktober 2019 :

Calon Menteri

Para calon menteri yang akan mengisi kabinet Jokowi-Ma'ruf kembali mendatangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019) pagi. Dilansir CNBC Indonesia, pada pukul 09.00 WIB, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani hadir memenuhi undangan Presiden Jokowi.

Kepada wartawan yang sudah menunggu di depan pintu masuk Istana Kepresidenan, Sri Mulyani tak berkomentar banyak. Ia hanya menebar senyum merespons pertanyaan para pewarta.

Selain Sri Mulyani, sejumlah nama juga akan dipanggil Jokowi. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber CNBC Indonesia, nama-nama yang akan dipanggil, yaitu:

- Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy
- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monarfa
- Mantan Menteri Sosial Agus Gumiwang
- Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Ida Fauziyah
- Mantan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo
- Mantan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Bahlil Lahadalia
- Mantan Wakil Panglima TNI Jenderal (Purn) Fachrul Razi
- Mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya
- Mantan Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional Arif Budimanta

Pada Senin (21/10), sejumlah calon menteri sudah memenuhi undangan Jokowi. Mereka antara lain mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, pendiri GOJEK Nadiem Makarim, pendiri NET TV Wishnutama, mantan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto.

PT Mahaka Media Tbk (ABBA)

Bos Mahaka Group Erick Thohir mengaku berat harus meninggalkan dunia bisnis setelah bersedia menerima tawaran Presiden Joko Widodo sebagai menteri. Hal itu disampaikan Erick kepada para awak media usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara, Senin (21/10/2019).

“Tentu kita harus berhenti total (dari dunia bisnis) memang sih cukup berat buat saya secara pribadi,” ujarnya dikutip Kompas.com.

Dilansir CNBC Indonesia, selama lima hari beruntun harga saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) selalu berakhir di zona hijau dengan total kenaikan hampir 40 persen. Penguatan saham perusahaan didongkrak oleh sentimen bahwa sang pemilik, Erick Thohir, masuk dalam jajaran kabinet jilid 2 Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia, pada penutupan perdagangan Senin, saham ABBA ditutup melesat 19,13 persen ke level Rp 218 per unit dan menduduki posisi jawara top gainers. Saham perusahaan mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp158,2 miliar dan volume perdagangan 733,57 juta unit. Saham perusahaan diperdagangkan jauh di atas rerata volume transaksi hariannya yang hanya 25,02 juta unit.

IPO Anak BUMN

Bursa Efek Indonesia berharap kedatangan emiten baru dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun depan, seiring berjalannya kabinet Jokowi jilid II. Sementera itu, sejumlah perusahaan dikabarkan berencana melakukan penawaran umum perdana (IPO) dengan target dana di atas Rp1 triliun.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan pihaknya mendukung siapapun yang masuk dalam kabinet Jokowi selama berdampak positif bagi ekonomi dan politik. "Kami harapkan lebih banyak BUMN yang IPO. Selama ini, alternatif penggalangan dana mereka dari perbankan, mudah-mudahan pasar modal bisa menjadi pilihan nanti," ujarnya dikutip Investor Daily.

Meski tahun ini tidak ada BUMN atau anak usaha BUMN yang mencatatkan saham perdana di BEI, dia optimis target emiten baru tahun ini tercapai. Sepanjang tahun berjalan sudah ada 42 emiten baru dan masih ada 30 emiten yang mengantre.

Sejumlah anak BUMN yang berencana IPO adalah PT Wika Industri & Konstruksi, PT Wika Realty, PT PP Infrastruktur, PT Adhi Persada Gedung, dan PT Adhi Commuter Properti.

Digital Mediatama

Saham PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) melesat 47,8 persen pada hari perdananya ke posisi Rp340 di Bursa Efek Indonesia. Sejumlah fund manajer asing kelas kakap menjadi investor yang menyerap saham emiten penyedia infrastructure as a service (IAAS).

Komisaris Utama DMMX Jahja Suryandy mengatakan porsi investor asing yang menyerap saham perdana perseroan 35 persen dan 65 persen adalah investor domestik. Salah satu perusahaan asing itu mengelola asset dengan AUM hingga US$,3 triliun (Rp44.942 triliun) secara global.

Fund manager asing itu berasal dari Singapura, Hong Kong, Jepang Amerika Serikat dan Eropa. Agen penjual internasional dalam penawaran ini termasuk Macquarie Capital Securities (Singapore) Pte Ltd dan Soo Chow CSSD Capital Markets (Asia) Pte Ltd. Keduanya membantu PT Kresna Sekuritas dan PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) sebagai penjamin emisi IPO DMMX.

Diaspora Bonds

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Loto Srianita Ginting mengatakan rencana pemerintah untuk menambah alternatif instrumen pembiayaan melalui penerbitan obligasi diaspora (diaspora bonds) masih berjalan sesuai dengan tahap koordinasi dengan calon mitra distribusi.

Ia memastikan target implemetasi penjualan obligasi untuk warga negara Indonesia yang berada di luar negeri akan dilakukan pada tahun depan. "Progresnya masih bagus dengan tahapan koordinasi sama calon-calon yang memang bersedia bekerja sama dengan kita. Jadi mau seperti apa nanti pendekatan ke diaspora," tuturnya dikutip Investor Daily.

Proses pendataan diaspora akan dilakukan melalui platform e-SBN dan menggunakan nomor SID untuk tanda pengenal investor. Apabila WNI yang berada di luar negeri tidak memiliki tanda pengenal seperti paspor dan KTP maka pemerintah akan mendorong kepemilikan Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN).