Bagaimana Perkembangan Kinerja Reksadana Pasar Uang di Doku? Ini Ulasannya

Bareksa • 12 Sep 2018

an image
Ilustrasi investor wanita tersenyum tertawa bahagia memegang uang hasil keuntungan investasi saham reksadana obligasi surat utang

Kinerja reksadana Cipta Dana Cash dan Bahana Likuid Syariah melampaui kinerja indeks benchmark

Bareksa.com – Saat ini sudah banyak tersedia sarana dan produk-produk investasi bagi masyarakat yang bisa dijangkau dengan mudah, baik dari segi modal investasi maupun kemudahan dalam proses investasi tersebut.

Contohnya reksadana. Produk investasi unggulan yang dikelola oleh manajer investasi ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam hal berinvestasi secara mudah, aman, dan terjangkau.

Adanya kemajuan teknologi yang semakin canggih membuat masyarakat tidak perlu repot-repot datang langsung ke manajer investasi. Masyarakat dapat berinvestasi dan membeli reksadana hanya melalui ponsel pintar (smartphone) yang kini merupakan alat yang tidak lepas dari genggaman tangan.

PT Nusa Satu Inti Artha (DOKU) sebagai pengelola mobile wallet telah meluncurkan sebuah terobosan baru yang pertama kali dilakukan di Indonesia, yakni menawarkan layanan tabungan reksadana secara online.

Melalui aplikasi DOKU, masyarakat tidak hanya dapat berbelanja, namun juga dapat berinvestasi di reksadana yang tersedia pada marketplace reksadana Bareksa.

Melalui kerjasama Bareksa dan DOKU, hingga saat ini telah tersedia dua reksadana pasar uang yang dapat dikoleksi melalui menu Investasi pada aplikasi DOKU.

Dua reksadana tersebut adalah Cipta Dana Cash (kelolaan PT Ciptadana Asset Management) dan Bahana Likuid Syariah (kelolaan PT Bahana TCW Investment Management).

Cipta Dana Cash

Reksadana jenis pasar uang ini memiliki tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan reksadana Bahana Mes Syariah Fund yang merupakan jenis pendapatan tetap.

Meski berlaku “high risk high return, low risk low return”, reksadana Cipta Dana Cash menghasilkan keuntungan yang tidak kalah menarik.

Sejak awal 2018 ini, Cipta Dana Cash mencatatkan pertumbuhan return 3,89 persen, di atas benchmark-nya yang sebesar 2,78 persen.

Reksadana yang diluncurkan sejak Juni 2015 ini bahkan telah membukukan return hingga 22,68 dalam tiga tahun terakhir.

Tabel : Performa Return Reksadana Cipta Dana Cash

Sumber : Bareksa.com

Bahana Likuid Syariah

Selanjutnya reksadana Bahana Likuid Syariah yang merupakan reksadana pasar uang syariah (100 persen pasar uang/kas) yang memberikan solusi manajemen likuiditas jangka pendek bagi para investor dengan tetap memberikan imbal hasil yang optimal melalui penempatan pada instrumen pasar uang seperti deposito syariah.

Sejak awal 2017, Bahana Likuid Syariah telah mencatatkan return hingga 3,5 persen, di atas benchmark-nya yang sebesar 2,78 persen. Reksadana yang diluncurkan sejak Januari 2015 ini bahkan telah membukukan return 18,21 persen dalam tiga tahun terakhir.

Tabel : Performa Return Reksadana Bahana Likuid Syariah

Sumber : Bareksa.com

Reksadana pasar uang dapat menjadi alternatif investasi bagi investor yang cenderung menghindari risiko (toleransi risiko kecil) dan menginginkan imbal hasil investasi yang cenderung stabil.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Belum punya akun DOKU?

- Cara buka akun DOKU, klik tautan ini
- Daftar reksadana Bareksa di DOKU, klik tautan ini
- Beli reksadana di DOKU, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.