
Bareksa.com - Berikut reksa dana yang diperdagangkan di Marketplace Reksa Dana Bareksa dengan return tertinggi dalam sebulan terakhir:
1) Reksa Dana Saham: Sucorinvest Maxi Fund (8,48%)
2) Reksa Dana Saham Syariah: HPAM Syariah Ekuitas (7,94%)
3) Reksa Dana Campuran: MNC Dana Kombinasi (6,71%)
4) Reksa Dana Campuran Syariah: Pratama Syariah Imbang (2,16%)
5) Reksa Dana Pendapatan Tetap: Ganesha Abadi (2,98%)
6) Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah: Bahana Mes Syariah Fund (1,76%)
7) Reksa Dana Pasar Uang: Sucorinvest Money Market Fund (0,68%)
8) Reksa Dana Pasar Uang Syariah: Emco Barokah Syariah (0,56%)
Benchmark Reksa Dana:
- Inflasi Maret: -0,02%
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan:
> Bank BCA: 0,483% per bulan
> Bank Mandiri: 0,333% per bulan
> Bank BNI: 0,483% per bulan
> Bank BRI: 0,458% per bulan
- IHSG: 4,64%
- Indeks Reksa Dana Saham: 3,52%
- Indeks Reksa Dana Saham Syariah: 3,91%
- Indeks Reksa Dana Campuran: 2,10%
- Indeks Reksa Dana Campuran Syariah: 1,68%
- Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap: 1,73%
- Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah: 1,70%
- Indeks Reksa Dana Pasar Uang:0,32%
- Indeks Reksa Dana Pasar Uang Syariah: 0,28%
Summary
Akhir pekan kemarin (Jumat, 07 April 2017), indeks harga saham gabungan ditutup melemah 0,47 persen ke level 5.653,49. Hampir seluruh indeks sektoral bergerak melemah kecuali hanya pada sektor komoditas perkebunan dan pertambangan yang tercatat mengingkat 0,55 persen dan 1,30 persen. Sementara indeks sektoral yang memimpin pelemahan terbesar adalah sektor aneka industri sebesar 1,69 persen dan sektor infrastruktur sebesar 0,98 persen.
Melemahnya pasar saham ini, turut menahan laju pertumbuhan return reksa dana berbasis saham seperti reksa dana saham dan campuran. Meski begitu, keduanya masih mencatatkan return yang positif yakni masing-masing sebesar 3,52 persen dan 2,10 persen dalam sebulan terakhir ini.
Kemudian, pada pasar obligasi, harga obligasi cenderung turun yang ditandai dengan peningkatan yield obligasi tenor 10 tahun--sebagai benchmark--dari level 7,02 persen menjadi 7,10 persen. Seperti diketahui, hubungan antara harga dan yield obligasi ini saling berbanding terbalik.
Hal tersebut tentunya turut membuat pergerakan kinerja reksa dana pendapatan tetap cenderung turun. Sebagaimana yang diketahui, jenis reksa dana ini menjadikan obligasi sebagai aset dasar dalam pengelolaan reksa dana. Sebulan, return indeks reksa dana pendapatan turun menjadi 1,73 persen.
Adapun reksa dana pasar uang yang memiliki tingkat risiko paling rendah memperlihatkan return stabil dan cenderung meningkat dalam sebulan. Hal ini dikarenakan jenis reksa dana ini menempatkan asetnya pada deposito dan surat utang jangka pendek yang memiliki risiko fluktuasi pasar rendah dibanding instrumen investasi lainnya seperti saham. Sebulan, indeks reksa dana pasar uang menghasilkan return 0,32 persen.
*
Ingin berinvestasi reksa dana?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini
- Belajar reksa dana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS
DISCLAIMER
Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana..