Pasar Obligasi Menguat, Return Reksa Dana Pendapatan Tetap Berjaya

Bareksa • 08 Mar 2017

an image
ilustrasi bond market bullish, Copyright: <a href='https://www.123rf.com/profile_talithait'>talithait / 123RF Stock Photo</a>

Salah satunya seperti reksa dana BNP Paribas Prima II yang memiliki dana keloaan terbesar pada Marketplace Bareksa.

Bareksa.com – Meski pasar keuangan cenderung koreksi akibat ketidakpastian ekonomi global yang meningkat, rupanya hal ini tidak menyurutkan minat investor khususnya asing untuk berinvestasi pada aset berupa obligasi di Indonesia. 

Data Bareksa menunjukkan kepemilikan investor pada pasar obligasi dalam sebulan terakhir ini meningkat 1,27 persen dari Rp683,97 triliun menjadi Rp692,66 triliun. Berarti, ada dana asing masuk (capital inflow) senilai Rp8,69 triliun ke pasar obligasi pada periode 6 Februari-6 Maret 2017. Pada saat yang sama, kepemilikan investor asing pada pasar equity (saham) justru tercatat turun 1,27 persen menjadi Rp151,99 triliun, atau ada dana asing keluar (capital outflow) sebesar Rp1,96 triliun. Jelasnya tampak pada grafik di bawah ini. 

Grafik: Pergerakan Kepemilikan Asing di Pasar Obligasi dan Saham, Periode 06 Februari-06 Maret 2017

 

Sumber: Bareksa.com

Arus dana asing yang masuk ini menjadi sentimen positif sehingga harga obligasi terapresiasi di pasar keuangan Indonesia. Hal ini pun seiring dengan penurunan benchmark yield (imbal hasil) obligasi yang terjadi dalam sebulan ini, dari level 7,50 persen per tahun menjadi persen 7,39 per tahun. Sebagai catatan, pergerakan yield dan harga obligasi ini adalah saling berbanding terbalik. 

Pasar obligasi yang cenderung menguat, tentunya turut mempengaruhi performa atau kinerja reksa dana pendapatan tetap yang menjadikan instrumen keuangan ini sebagai aset dasar pengelolaan portofolionya. Seperti yang tampak pada grafik dibawah ini, indeks reksa dana pendapatan tetap tumbuh lebih unggul dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya dengan return 0,67 persen dalam sebulan terakhir. 

Grafik: Perbandingan Return Indeks Reksa Dana, Periode 1 Bulan Terakhir

Sumber: Bareksa.com

Pada Marketplace Reksa Dana Bareksa, terdapat reksa dana pendapatan tetap yang memiliki dana kelolaan atau asset under management (AUM) terbesar yaitu BNP Paribas Prima II. Reksa dana yang dikelola oleh PT BNP Paribas Investment Partners ini tercatat memiliki dana kelolaan mencapai Rp 780,30 miliar. 

Kinerja reksa dana yang diluncurkan sejak tahun 2007 ini cukup baik dengan menghasilkan return melampaui benchmark. Dengan return 1,26 persen, reksa dana ini mengalahkan kinerja indeks reksa dana pendapatan tetap yang menghasilkan return 0,67 persen selama satu bulan ini. Selain itu, return dalam jangka waktu 3 tahun terakhir sebesar 21,72 persen. Artinya, reksa dana ini bisa memberikan rata-rata return lebih dari 7 persen per tahun, seperti yang tampak pada grafik di bawah ini.

Tabel: Return Reksa Dana BNP Paribas Prima II

Sumber: Bareksa.com

Berdasarkan fund fact sheet, reksa dana ini memiliki mayoritas aset yang ditempatkan pada obligasi pemerintah. Meski fluktuasi obligasi pemerintah cukup tinggi, keuntungan yang dihasilkan pada aset ini cukup berkontribusi dalam pertumbuhan return reksa dana. Seperti yang dilansir dari data Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), indeks total return obligasi pemerintah meningkat 1,25 persen, lebih besar dari indeks total return obligasi korporasi yang tumbuh 1,08 persen dalam sebulan terakhir.

Kemudian, selain memiliki kepercayaan yang tinggi dari masyarakat, reksa dana dengan jumlah dana kelolaan besar juga memiliki pergerakan yang lebih stabil dengan return sama atau lebih sedikit dari benchmark. Reksa dana ini cocok bagi investor yang memiliki tujuan investasi dalam jangka menengah dengan profil risiko cenderung moderat yang dapat menerima fluktuasi pasar tetapi tetap mengingingkan pertumbuhan aset yang stabil pada reksa dana. (hm)

**

Ingin berinvestasi reksa dana?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini
- Belajar reksa dana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.