Bareksa.com - Berikut reksa dana yang diperdagangkan di Marketplace Reksa Dana Bareksa dengan return tertinggi dalam sebulan terakhir:
1) Reksa Dana Saham: MNC Dana Ekuitas (7,32%)
2) Reksa Dana Saham Syariah: Avrist Equity - Amar Syariah (6,78%)
3) Reksa Dana Campuran: MNC Dana Kombinasi Icon (6,45%)
4) Reksa Dana Campuran Syariah: CIMB-Principal Balanced Growth (5,06%)
5) Reksa Dana Pendapatan Tetap: Kehati Lestari (4,01%)
6) Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah: MNC Dana Syariah (0,91%)
7) Reksa Dana Pasar Uang: CIMB-Principal Cash FUnd (0,65%)
Benchmark Reksa Dana:
- Inflasi Juni: 0,66%
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan:
> Bank BCA: 0,396% per bulan
> Bank Mandiri: 0,354% per bulan
> Bank BNI: 0,354% per bulan
> Bank BRI: 0,354% per bulan
- IHSG: 5,19%
- Indeks Reksa Dana Saham: 4,68%
- Indeks Reksa Dana Saham Syariah: 5,18%
- Indeks Reksa Dana Campuran: 3,32%
- Indeks Reksa Dana Campuran Syariah: 3,81%
- Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap: 2,09%
- Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah: 1,77%
- Indeks Reksa Dana Pasar Uang: 0,45%
- Indeks Reksa Dana Pasar Uang Syariah: 0,37%
Summary
Pada perdagangan di bursa saham Selasa kemarin, 12 Juni 2016, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan tren positif dengan kenaikan sebesar 0,60 persen ke level 5.099,53. Mayoritas indeks sektoral bergerak di zona hijau dengan kenaikan terbesar pada sektor pertambangan sebesar 2,88 persen yang kemudian diikuti oleh kenaikan di sektor keuangan sebesar 2,45 persen.
Penguatan IHSG ini juga seiring dengan terus meningkatnya aliran dana asing masuk ke dalam negeri. Menurut data per tanggal 11 Juni 2016, dana asing yang masuk ke pasar saham telah mencapai Rp155,20 triliun. Jumlah dana asing yang terus meningkat ini menunjukkan tingkat kepercayaan investor terhadap kinerja pasar saham ke depan.
Pasar saham yang bergerak di area positif ini, tentunya juga turut memberikan dampak positif terhadap kinerja reksa dana berbasis saham. Indek reksa dana saham dan campuran tercatat mengalami kenaikan menjadi 4,68 persen dan 3,32 persen dalam sebulan.
Di pasar obligasi, yield (imbal hasil) obligasi dengan tenor 10 tahun yang menjadi benchmark mengalami kenaikan menjadi 7,12 persen dari sebelumnya di level 7,09 persen. Imbal hasil obligasi yang meningkat ini menandakan harga obligasi cenderung melemah di pasar.
Meski begitu, ternyata kinerja reksa dana pendapatan tetap yang memiliki mayoritas aset berupa instrumen oblligasi tidak terpengaruh. Hal ini tercermin dari return indeks reksa dana pendapatan tetap yang justru mengalami kenaikan menjadi 2,09 persen dalam sebulan terakhir, di tengah melemahnya pasar obligasi.
Reksa dana pasar uang memperlihatkan return yang stabil dan cenderung meningkat dalam sebulan. Hal ini dikarenakan jenis reksa dana ini menempatkan asetnya pada deposito dan surat utang jangka pendek yang memiliki risiko fluktuasi pasar yang rendah dibanding instrumen investasi lainnya seperti saham. Dalam sebulan terakhir, indeks reksa dana pasar uang menghasilkan return 0,45 persen.
* * *
Ingin berinvestasi reksa dana?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini
- Belajar reksa dana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS
DISCLAIMER
Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.