Menabung Pangkal Kaya? Bunga Tabungan 1% Vs Hasil Reksa Dana Pasar Uang Bisa 8%

Bareksa • 15 Sep 2015

an image
Iklan Reksa Dana Pasar Uang Bareksa (Foto: Alfin Toffler, Desain: Zak)

Jika Anda menabung Rp1 juta, maka setahun kemudian uang Anda akan berkurang signifikan. Kenapa bisa?

Bareksa.com - Pepatah ini terus ditanamkan ke kita, semenjak kecil: "Menabung itu pangkal kaya". Tapi, benarkah demikian?

Jawabannya jelas: tidak benar. Faktanya, sekadar menabung di bank tidak akan membuat kita menjadi kaya. Alih-alih menjadi kaya, bahkan uang kita akan terus tergerus kenaikan harga (inflasi) dan biaya bank.

Masih banyak yang belum tahu, ada cara lain supaya uang kita bertambah banyak dari waktu ke waktu, di atas kenaikan harga. Cara itu adalah: "menabung" di reksa dana pasar uang. Apa itu reksa dana, silakan klik tautan berikut

Menabung di reksa dana pasar uang aman, karena resmi dan diawasi pemerintah. Selain itu, risikonya sangatlah kecil karena mayoritas dana ditempatkan dalam bentuk deposito. Akan tetapi, di sisi lain, hasilnya berpotensi jauh lebih tinggi dibanding bunga tabungan. Di sebuah bank, untuk saldo di bawah Rp50 juta, saat ini bunga tabungan yang diberikan paling tinggi cuma 1 persen. Ini belum lagi dipotong pajak dan biaya administrasi bank.

Kenapa hasil reksa dana pasar uang bisa lebih tinggi daripada deposito? Reksa dana adalah kumpulan uang nasabah, yang nilai totalnya cukup besar, bisa puluhan atau ratusan miliar rupiah. Karena itu, bank lalu memberikan bunga khusus yang lebih tinggi kepada pengelola reksa dana pasar uang, dibandingkan kepada pemilik deposito individu.

Grafik: Perbandingan Hasil Menabung di Reksa Dana Pasar Uang dengan Bunga Tabungan dalam 1 Tahun

Sumber: Bareksa.com

Mari kita hitung dan bandingkan, menggunakan Simulator BareksaMisalkan Anda menaruh uang di bank sebesar Rp1 juta pada September 2014. Jadi berapa nilai tabungan Anda setahun kemudian?

Perhatikan tabel di bawah. Jika kita anggap bunga tabungan yang didapat 1 persen setahun, uang Anda setahun kemudian malah berkurang jadi tinggal Rp888 ribu saja -- tergerus Rp112 ribu. Bunga yang Anda dapatkan bahkan tidak menutup biaya administrasi yang dikenakan bank setiap bulan. Bunga tabungan juga dipotong pajak penghasilan 20 persen. Ini belum lagi memperhitungkan inflasi (kenaikan harga barang) yang setahun bisa mencapai 6-7 persen -- jauh lebih tinggi dari bunga tabungan yang cuma 1 persen itu.  

Tabel: Simulasi Tabungan Vs Reksa Dana Pasar Uang

Sekarang, coba Anda bandingkan jika uang Rp1 juta itu Anda tabung di reksa dana pasar uang, setahun yang lalu. Maka, sekarang uang Anda menjadi Rp1,08 juta -- bertambah Rp79 ribu atau naik 7,94 persen. Hasil ini bersih karena hasil reksa dana tidak dikenakan pajak.

Grafik: Simulasi Hasil Menabung di Reksa Dana Pasar Uang dalam 1 Tahun

Sumber: Bareksa.com

Selain itu, penting Anda perhatikan pada grafik di atas, uang Anda (garis biru) tumbuh melebihi angka inflasi (kenaikan harga, garis merah) yang terus meningkat. Artinya, uang Anda tidak tergerus laju kenaikan harga -- berbeda daripada jika Anda simpan di tabungan.

Tertarik? Silakan Anda pelajari reksa dana pasar uang berikut yang bisa Anda beli di marketplace Bareksa (dengan mitra agen penjual PT Buana Capital):

1. Mega Asset Multicash
2. TRIM Kas 2
3. CIMB-Principal Cash Fund
4. MNC Dana Lancar

Singkat kata, camkanlah: sekadar menabung di bank bukan lagi pangkal kaya.

* * *

Tautan untuk berinvestasi reksa dana di Bareksa:
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini
- Belajar reksa dana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS