Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 9,37 Juta, via Fintech Capai 7,27 Juta

Abdul Malik • 10 Aug 2022

an image
Ilustrasi investor sedang berdiskusi memantau pergerakan pasar dan kinerja reksadana hingga SBN. (Shutterstock)

Jumlah investor reksadana melonjak tertinggi mencapai 27,2 persen dari 6,84 juta pada Desember 2021 jadi 8,7 juta investor pada 8 Agustus 2022

Bareksa.com - Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Uriep Budhi Prasetyo, mengatakan jumlah investor pasar modal per 8 Agustus 2022 menembus 9,37 juta atau meningkat 25,2% dibandingkan Desember 2021 yang sebanyak 7,48 juta. Dari jumlah itu sebanyak 9,34 juta atau 99,61% merupakan investor individu dan hanya 37.000 investor institusi atau 0,39%. Investor dari kalangan milenial dan generasi Z atau usia di bawah 40 tahun mendominasi atau menyumbang lebih dari 81%. Dari angka total investor laki-laki menyumbang 62,6%.

Menariknya dari angka tersebut, sebanyak 7,27 juta investor memiliki Single Investor Identification atau SID di perusahaan teknologi finansial (financial technology/fintech). Atau tepatnya sebanyak 7.278.190 investor via fintech, atau menyumbang sekitar 77,62%. Dari angka itu, sebanyak 7,27 juta investor di fintech merupakan investor individu dan hanya 324 investor institusi. 

Sumber : materi presentasi Dirut KSEI, Uriep Budhi Prasetyo

“Secara total jumlah SID di KSEI ada 13,15 juta investor, karena ada tambahan 4,02 juta SID investor S-Multivest atau nasabah Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera),” ungkap Uriep dalam konferensi pers Pembukaan Perdagangan Memperingati 45 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia (10/8/2022). 

Menurut Uriep, jumlah investor reksadana melonjak tertinggi atau mencapai 27,2 persen sepanjang tahun berjalan dari 6,84 juta pada Desember 2021 jadi 8,7 juta investor pada 8 Agustus 2022. Investor Surat Berharga Negara (SBN) juga melesat 21,1% dari 611.143 jadi 740.184 investor. Terakhir jumlah investor saham juga naik 17,9% dari 3,45 juta jadi 4,07 juta investor. 


Sumber : materi presentasi Dirut KSEI, Uriep Budhi Prasetyo

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Inarno Djajadi menyatakan kinerja pengelolaan investasi yang tercermin dari dana kelolaan (nilai aktiva bersih/NAB) reksadana per 5 Agustus 2022 mencapai Rp549,23 triliun atau menurun 5,05% dibandingkan Desember 2021 yang senilai Rp578,44 triliun. Jumlah produk reksadana juga menurun 0,64 persen dari sebelumnya 2.198 produk jadi 2.184 produk reksadana. 

Total dana kelolaan industri pengelolaan investasi termasuk KIK EBA-SP dan dana Tapera juga menurun 0,98% dari sebelumnya Rp850,75 triliun per 30 Desember 2021 jadi Rp842,41 triliun pada 5 Agustus 2022.

Sumber : materi presentasi Anggota DK OJK, Inarno Djajadi

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.