Emisi Obligasi hingga Pekan II November Capai Rp72,93 Triliun

Abdul Malik • 16 Nov 2020

an image
I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI (kedua kanan) bersama direksi PT Bank Mandiri Taspen, saat pencatatan Obligasi Berkelanjutan I Bank Mandiri Taspen Tahap I Tahun 2019 dengan nilai Rp1 triliun di Bursa Efek Indonesia, Rabu (27/11/2019). (Bareksa/AM)

SBN tercatat di BEI berjumlah 123 seri dengan nilai nominal Rp3.657,71 triliun dan US$400 juta

Bareksa.com - Bursa Efek Indonesia menyatakan total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2020 hingga pekan II November sebanyak 91 emisi dari 56 perusahaan tercatat senilai Rp72,93 triliun. Dengan pencatatan tersebut, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 465 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp433,81 triliun dan US$47,5 juta, diterbitkan oleh 127 perusahaan tercatat.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 123 seri dengan nilai nominal Rp3.657,71 triliun dan US$400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp7,18 triliun.

Pada Kamis (12/11), Obligasi Berkelanjutan I Sinar Mas Multiartha Tahap II Tahun 2020 (Obligasi) yang diterbitkan oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal Rp875 miliar. Obligasi Berkelanjutan I tersebut terdiri dari Obligasi Seri A (SMMA01ACN2) dengan nilai nominal Rp1 miliar, tingkat bunga 9 persen, jangka waktu 3 tahun sejak tanggal emisi dan Obligasi Seri B (SMMA01BCN2) dengan nilai nominal Rp874 miliar tingkat bunga 10,25 persen, jangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi.

"PT Kredit Rating Indonesia memberikan pemeringkatan untuk Obligasi ini yaitu irAA (Double A). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Bukopin Tbk," demikian disampaikan Bursa Efek Indonesia dalam keterangannya (13/11).

BEI memprediksi outstanding (nilai yang masih tercatat dan diperdagangkan) obligasi baik konvensional maupun syariah, termasuk milik negara (Surat Berharga Negara/SBN) maupun surat utang korporasi bisa menembus Rp4.432 triliun pada 2021. Estimasi tersebut terdiri dari Rp3.890 triliun untuk SBN dan Rp542 triliun untuk obligasi korporasi. Adapun pada 2024, nilai outstanding bisa ditaksir tembus Rp7.317 triliun, terdiri dari Rp6.536 triliun untuk SBN dan Rp780 triliun untuk korporasi.

Mengacu data BEI yang dikompilasi dari DJPPR Kementerian Keuangan dan KSEI, outstanding obligasi per September 2020 sudah menembus Rp3.881 triliun, terdiri dari SBN Rp3.461 triliun dan korporasi Rp419 triliun. Nilai tersebut naik dari akhir tahun lalu Rp3.178 triliun, terdiri dari Rp2.753 triliun untuk SBN dan Rp425 triliun untuk korporasi.

"Kami lihat outstanding EBUS [efek bersifat utang dan sukuk] nilainya sudah tercatat Rp3.881 triliun di September, ada kenaikan sejak 2012 dan cukup stabil," kata Laksono Widodo, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, dalam webinar softlauching Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA), Senin (9/11/2020) dilansir CNBC Indonesia.

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemerintah membuka masa penawaran Green Sukuk Ritel, Sukuk Tabungan seri ST007 pada 4-25 November 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan ST007.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.