Fundamental Menarik, Ini Alasan Harus Kembali Nabung Saham versi Eks Dirut Bursa

Bareksa • 08 Nov 2018

an image
Direktur Utama BEI Tito Sulistio berbincang dengan wartawan setelah menggelar RUPSLB di Jakarta, Rabu (25/10)

Jika hanya persepsi dan concern mengenai politik, adakah reason untuk tidak mulai nabung saham lagi?

Bareksa.com – Lepas dari manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat Tito Sulistio justru semakin memperhatikan kondisi pasar modal tanah air. Seperti yang dia sampaikan hari ini (Kamis, 8 November 2018) melalui pesan yang diterima Bareksa.

Tito yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) menyampaikan pandangannya mengenai kondisi pasar modal saat ini. Tito menyampaikan, tidak ada lagi alasan untuk tidak mulai menabung saham.

Apa dasar pernyataan Tito? Salah satunya, kata dia, laba emiten alias perusahaan tercatat tahun ini tumbuh lebih dari 17 persen jika dibandingkan tahun 2017.

“Menariknya pertumbuhan LQ 45, sekitar 30 persen lebih kecil dari non LQ45. Banyak harta karun saham lapis dua,” ujar Tito.

Di pasar modal kita, lanjut Tito, frekuensi perdagangan masih meningkat dengan aktif, dari hanya level 222.000 per hari di 2015, menjadi 320.000 di 2017.  

“Dan kini rata rata sudah diatas 380.000 per hari,” imbuhnya.

Today Trade, Rabu, 7 November 2018

Sumber: BEI

Tito juga melihat jumlah investor retail domestik bertambah di atas 300 secara konsisten per hari dengan velocity di atas 150 persen.

“Sangat aktif. Volume jika pun menurun saya menganggap karena banyak pemida yang tahan atau tidak jual karena menurunnya harga. Akibatnya wajar nilai transaksi menurun,” jelas dia.

Selain itu, Tito melihat ekonomi kita secara number stabil.  “Emiten tumbuh, frekuensi meningkat dan jumlah lokal investor naik. Fundamentally kalau mau nabung saham jadi menarik,” tambahnya.

YTD 2018 Daily Average Trade

Sumber: BEI

Hari ini, Tito juga menyampaikan, Dow Jones , Nasdaq & S&P naik lebih dari 2 persen. Sementara rupiah menguat di bawah Rp14.600 per dolar AS.

“Jika hanya persepsi dan concern mengenai politik, adakah reason untuk tidak mulai nabung saham lagi? Yuk Nabung Saham!” katanya.

Sebagai informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 7 November 2018 masih turun 6,54 persen ke level 5.939,89.

IHSG masih diwarnai aksi jual bersih (net sell) investor asing yang secara year to date mencapai Rp49,52 triliun.

(AM)