Berita / / Artikel

Tahap Kelima Pengujian, Penyelesaian Transaksi T+2 Siap Implementasi 26 November

• 01 Nov 2018

an image
Edukasi Wartawan Pasar Modal bertema: Sosialisasi Penyelesaian Transaksi T+2 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (31/10). (Issa Almawadi/Bareksa)

Siklus penyelesaian transaksi bursa T+2 sejalan dengan tren di bursa global

Bareksa.com – Proses persiapan siklus penyelesaian bursa T+2 berjalan semakin matang. Saat ini, tiga self regulatory organization (SRO) serta anggota bursa dan bank kustodian sudah memasuki tahapan ke lima pengujian.

“Hasilnya, kami optimistis seluruh anggota bursa dan bank kustodian siap secara sistem dan bisnis,” ujar Kepala Divisi Operasional Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy di Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018.

Secara umum, kata Irvan, selama proses pengujian, instruksi T+2 sudah bisa dilaksanakan. Terlebih, lanjut dia, tes secara integrasi antara anggota bursa, bank kustodian, dan vendor sudah bisa berjalan.

Irvan menyebut, baik BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) pun sudah melakukan mitigasi risiko. Apalagi, selama proses pengujian, SRO tak hanya melihat dari kesiapan anggota bursa saja, tapi harus ada laporan dari setiap vendor.

“Jadi kami tahu progresnya seperti apa. Kami memfasilitasi pertemuan antara vendor dan anggota bursa,” imbuh dia.

Irvan mengatakan siklus penyelesaian transaksi bursa T+2 sejalan dengan tren di bursa global. Pada tahun lalu misalnya, beberapa negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Argentina, Peru hingga Jamaika sudah mengimplementasikan siklus T+2.

Sementara tahun ini, selain Indonesia, bursa efek Singapura juga dalam proses penerapan percepatan siklus penyelesaian transaksi T+2 ini. Rencananya, T+2 di Singapura akan berlangsung pada 10 Desember 2018.

Siklus Penyelesaian T+2

Sumber: BEI

Kepala Divisi Perencanaan Strategis dan Manajemen Proyek KPEI Jerri Parulian menambahkan percepatan siklus penyelesaian transaksi menjadi T+2 akan cukup berpengaruh terhadap likuiditas perdagangan saham. Sebab dengan mempersingkat penyelesaian transaksi maka turn over bisa menjadi lebih cepat.

Jerri juga optimistis rencana ini bisa berjalan dengan lancar. “Karena proyek ini sudah digaungkan sejak 2 tahun. Biar tidak gagal, semua harus siap,” imbuh Jerri.

Selain mempersiapkan anggota bursa, bank kustodian, dan vendor, Jerri juga menyebut SRO telah menjalin komunikasi dengan level investor mulai dari dana pensiun, manajer investasi hingga investor asing.

Jika tak ada aral melintang, implementasi T+2 akan berlangsung pada 26 November 2018 mendatang. Namun sebelum masuk tanggal implementasi, SRO telah menetapkan waktu tahapan sebelum implementasi sebagai berikut:

Jumat, 23 November 2018

  • Hari terakhir perdagangan dengan siklus penyelesaian T+3
  • SRO, anggota bursa, bank kustodian, vendor, dan nasabah pada akhir hari melakukan deploy sistem dan penyesuaian parameter yang diperlkukan untuk siklus penyelesaian T+2

Sabtu, 24 November 2018

  • Pengujian pre live oleh SRO, anggota bursa, bank kustodian, vendor sistem, dan nasabah untuk memastikan kesiapan T+2

Senin, 26 November 2018

  • Hari pertama perdagangan dengan siklus penyelesaian T+2
  • Seluruh transaksi bursa yang terjadi hari ini dan seterusnya akan menggunakan siklus penyelesaian T+2
  • Penggabungan kliring secara netting atas transaksi tanggal 23 November 2018 dan 26 November 2018 dengan penyelesaian jatuh pada 28 November 2018

Rabu, 28 November 2018

  • Hari penyelesaian pertama dengan siklus T+2
  • Terdapat penggabungan penyelesaian transaksi bursa atas transaksi pada Jumat, 23 November 2018 dengan transaksi pada Senin, 26 November 2018

 

(AM)

Tags: