Analisa Teknikal Saham ITMG : Asing Borong Rp27 Miliar, Potensi Kenaikan Terbuka

Bareksa • 23 Feb 2018

an image
Pekerja melakukan aktivitas di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Kemarin saham ITMG ditutup menguat 3,12 persen ke level Rp 30.525 per saham

Bareksa.com - Harga saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) pada perdagangan Kamis, 22 Februari 2018, ditutup menguat 3,12 persen ke level Rp 30.525 per saham. Saham ITMG ditransaksikan sebanyak 2.975 kali dengan nilai transaksi Rp46,12 miliar.

Berdasarkan aktivitas broker summary, anggota bursa yang menempati jajaran top buyer saham ITMG antara lain Nomura Sekuritas (FG) dengan nilai pembelian Rp15,24 miliar, kemudian MandiriSekuritas (CC) Rp11,17 miliar, dan UBS Sekuritas (AK) Rp4,03 miliar.

Analisis Teknikal ITMG

Sumber : Bareksa

Menurut analisis Bareksa, secara teknikal, candle saham ITMG pada perdagangan kemarin membentuk bullish candle dengan short lower shadow. Kondisi itu menggambarkan pergerakan yang positif pada saham ini dengan mampu berbalik arah dari sebelumnya sempat dibuka di zona merah hingga berakhir menguat tiga tick di bawah level tertinggi.

Pergerakan saham ITMG terlihat keluar dari konsolidasi tiga hari terakhir diiringi dengan volume yang meningkat menandakan adanya aksi pembelian yang cukup besar pada saham ini serta adanya inflow asing senilai Rp27,38 miliar.

Indikator relative strength index (RSI) terlihat masih bergerak positif menandakan momentum kenaikan yang masih terbuka, terutama untuk menguji resisten terdekat di level Rp31.575 per saham.

Selain itu, rilis laporan keuangan perseroan kemarin menjadi momentum positif yang dapat mendorong kenaikan saham ini. Perusahaan batu bara ini membukukan laba bersih US$252,61 juta pada 2017. Angka itu naik 93,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya US$130,71 juta.

Laba bersih perusahaan terdongkrak oleh naiknya penjualan. ITMG membukukan penjualan US$1,69 miliar, melonjak 23,55 persen dari tahun sebelumnya.

Beban pokok pendapatan ITMG tahun lalu US$1,18 miliar. Sehingga laba kotor pada 2017 sebesar US$505,45 juta, lebih tinggi dari tahun sebelumnya. (AM)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.