Berita / / Artikel

Asing Jual Bersih Rp1,2 Triliun di Bursa, Saham BBCA Dilepas Terbanyak

• 11 Nov 2017

an image
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Tertundanya kebijakan reformasi pajak di Amerika Serikat menjadi sentimen negatif penekan indeks pada akhir pekan ini

Bareksa.com - Pasar saham Indonesia tertekan seiring dengan keluarnya investor asing menjual saham-saham papan atas. Tertundanya kebijakan reformasi pajak di Amerika Serikat menjadi sentimen negatif penekan indeks pada akhir pekan ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,34 persen pada hari ini 10 November 2017. Investor asing mencatat jual bersih (net sell) senilai Rp1,21 triliun terhadap saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turun 0,72 persen ke Rp20.650 hari ini menjadi yang paling banyak dijual investor asing. Terpantau, asing mencatat net sell sebesar Rp224,51 miliar terhadap saham BBCA.

Kemudian, net sell juga dicatatkan oleh saham PT United Tractors Tbk (UNTR) senilai Rp187,63 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp31,29 miliar. Saham UNTR dan BBRI turun masing-masing 4,03 persen dan 0,30 persen hari ini.

Market Summary 10 November 2017

Sumber: Bareksa.com

Kabar dari Negeri Paman Sam memberi sentimen negatif bagi pasar hari ini. Kebijakan reformasi pajak AS masih menjadi tanda tanya karena Senat Republik mengungkap rencana yang berbeda dari versi yang dikeluarkan Parlemen dalam sejumlah poin, termasih penundaan pemangkasan pajak korporasi.

Seperti dikutip dari Reuters, senator Partai Republik di AS mengatakan ingin memangkas tingkat pajak korporasi pada 2019, mundur dari rencana di 2018 yang diajukan oleh Parlemen. Seiring dengan berita tersebut, indeks saham di Wall Street juga anjlok. Indeks S&P 500 turun 0,38 persen dan Nasdaq melemah 0,58 persen pada perdagangan Kamis waktu setempat.

 

Tags: