Bareksa.com - Jumlah perusahaan yang melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan mencapai 36-37 perusahaan, melampaui target bursa sebanyak 35 perusahaan. Sepanjang 2017, sudah ada 26 perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya (listing) di BEI.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Samsul Hidayat menjelaskan, saat ini ada sekitar 10-11 perusahaan yang akan melangsungkan penwaran umum perdana saham pada 2017. Perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan buku April dan Juni saat melakukan IPO saham.
"Yang menggunakan buku April harus IPO 2017, tetapi yang buku Juni bisa IPO pada 2018 tetapi pernyataan efektifnya harus diperoleh 2017," ujar dia di Jakarta, Rabu, 11 Oktober 2017.
Menurut Samsul, ada beberapa perusahaan baru yang mendaftar untuk IPO saham. Dia menyebut PT Dwi Guna Laksana sebagai salah satu perusahaan yang baru mendaftarkan diri.
Dari sebanyak 10-11 perusahaan yang masuk dalam pipeline BEI, 80 persen di antaranya bakal mencatatkan sahamnya di papan pengembangan, sementara sisanya masuk dalam papan utama. Dia belum menyebut perusahaan mana saja calon perusahaan yang akan masuk dalam papan pengembangan maupun papan utama.
Hingga saat ini Bursa mencatat total nilai emisi IPO saham mencapai Rp5 triliun. Sementara untuk emisi obligasi sebanyak Rp81 triliun.
"Untuk obligasi ada Rp20 triliun lagi dalam pipeline, jadi hingga akhir tahun emisi obligasi bisa mencapai Rp101 triliun," kata Samsul.
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) menjadi perusahaan ke-26 yang resmi mencatatkan sahamnya di BEI. Perseroan menerbitkan sebanyak 310 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham. Perseroan memperoleh dana sebesar Rp31 miliar dari aksi tersebut.
Direktur Utama Malacca Trust, Bientje Harijanto mengungkapkan, saat proses penawaran, saham Malacca Trust mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 2,1 kali. Saham perseroan juga dipesan oleh lebih dari 800 investor.
Keluarga Habibie, mantan Presiden RI ke tiga, merupakan salah satu pemegang saham Malacca Trust. Habibie menjadi pemegang saham perseroan pada 1980-an. Putra B.J Habibie, Ilham Akbar Habibie tercatat sebagai Komisaris perseroan.
Kegiatan usaha utama perseroan di bidang asuransi umum. Perseroan bergerak di beberapa lini usaha asuransi umum, yaitu kendaraan bermotor, kesehatan, rangka kapal, pengangkutan, kecelakaan diri-perjalanan dan tanggung gugat. Kontribusi pendapatan premi perseroan berasal dari kesehatan, kendaraan bermotor dan harta benda.
Pendapatan premi bruto perseroan dalam tiga tahun terakhir terus bertumbuh, yaitu sebesar Rp53,37 miliar pada 2014 menjadi Rp 202,08 miliar pda 2016. Sementara pada kuartal I-217 perseroan membukukan pendapatan premi bruto sebesar Rp49,7 miliar.
Jumlah aset perseroan tumbuh dari Rp150,72 miliar pada 2014 menjadi Rp281,97 miliar pada kuartal I-2017.
Hingga September 2017 perseroan masih membukukan kerugian sebesar Rp6 miliar. Perseroan memproyeksikan dalam dua tahun ke depan bakal membukukan laba bersih.