
Bareksa.com - Harga saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik tipis 1 persen menjadi Rp3.030 dari sebelumnya Rp3.000. Peningkatan harga saham seiring dengan rencana perusahaan telekomunikasi pelat merah itu menjual kembali sisa treasury stock dengan cara block trade dan crossing di pasar negosiasi.
Harga penjualan treasury stock kepada PT Bahana Securities setara dengan harga penutupan perdagangan saham TLKM di bursa satu hari sebelum pelaksanaan pengalihan. Harga tersebut lebih tinggi dari harga rata-rata pembelian kembali saham perseroan. Harga tersebut juga lebih tinggi dari harga rata-rata penutupan perdagangan harian di bursa selama 90 hari terakhir sebelum tanggal penjualan saham oleh perseroan. (Baca juga: Jual Treasury Stock ke Bahana, Saham TLKM Capai Level Tertinggi)
Penjualan treasury stock itu menjadi sentimen positif bagi transaksi saham TLKM hari ini (Senin, 7 Desember 2015). Rp237 miliar. Investor banyak memborong saham TLKM sebanyak 176 ribu lot senilai Rp 53,6 miliar melalui broker Deutsche Bank (DB). Nilai transaksi oleh DB setara 22,6 persen dibanding seluruh transaksi saham TLKM hari ini yang mencapai Rp237 miliar.
Macquarie Capital (RX) juga membeli saham TLKM sebanyak 75,6 ribu lot atau senilai Rp23,1 miliar dan Merrill Lynch (ML) melakukan aksi beli sebanyak 75 ribu lot saham senilai Rp20,2 miliar.
Grafik: Pergerakan Harga Saham TLKM Secara Intraday
Sumber: Bareksa.com
Sementara itu, harga saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) naik 8,5 persen menjadi Rp1.855 dari sebelumnya Rp1.710. Naiknya harga saham seiring dengan hasil free to air (FTA) pada November 2015 yang menempatkan MNCN sebagai jawara pada saat prime time dan all time. Grup MNCN milik Hary Tanoesoedibjo menguasai tiga stasiun TV seperti RCTI, MNC TV, dan Global TV. (Baca juga: Terdongkrak Drama "Anak Jalanan", MNC Juarai Persaingan Televisi November 2015)
Investor paling banyak memborong saham MNCN melalui broker Credit Suisse (CS) yang membeli 33 ribu lot senilai Rp6 miliar pada harga rata-rata Rp1.849,7 per saham.
Nilai transaksi oleh CS mencapai 21,4 persen dibanding seluruh transaksi saham MNCN yang mencapai Rp28 miliar.
Grafik: Pergerakan Harga Saham MNCN Secara Intraday
Sumber: Bareksa.com
Selain CS, Kim Eng Securities (ZP) juga banyak memborong saham ini dengan transaksi sebanyak 12,8 ribu lot senilai Rp2,4 miliar. Sementara di posisi ketiga pembeli terbesar MNCN adalah Mandiri Sekuritas (CC) yang membeli saham sebanyak 7,8 ribu lot senilai Rp1,5 miliar.