
Bareksa.com - Awal pekan ini, nilai tukar rupiah dibuka menguat Rp12.070-12.110 per dolar Amerika saat terjadinya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla masa bakti tahun 2014-2019.
"Rupiah dibuka menguat Rp12.070-12.110 per dolar Amerika, sempat sentuh Rp12.010 pada hari ini," ujar Tasya, currency dealer PT Global Money Broker.
Pada sore ini rupiah menguat pada Rp12.030-12.040, menguat 0,5 persen dibanding pekan lalu yang juga menguat ke level Rp12.095 per dolar Amerika sebagai bentuk berkurangnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi politik di Indonesia.
"Volume perdagangan hari ini tidak begitu ramai, hanya sekitar USD51 juta," tambah Tasya.
Sejalan dengan pergerakan rupiah, pergerakan obligasi pun menguat. Surat Utang Negara (SUN) benchmark 15 tahun (FR0071) mengalami peningkatan harga yang cukup tinggi, yakni sebesar 186 bps ke harga 105 persen dibandingkan sebelumnya 103,14 persen.
Yield SUN (9 persen) turun 22 bps ke 8,39 persen dibanding sebelumnya sebesar 8,61 persen.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami penguatan 0,23 persen ke level 5040,53 dengan nilai transaksi yang cukup tinggi sekitar Rp7,58 triliun dan pembelian bersih investor asing sebesar Rp837 miliar.
Sektor perdagangan dan jasa mengalami peningkatan indeks tertinggi, yakni 1,502 persen, sementara sektor konsumsi mengalami penurunan tertinggi sekitar 1,5 persen. (np)