
Konten ini merupakan kerja sama Bareksa dengan CryptoWave x TRIV Research.
Bareksa - Sebanyak 50 perusahaan publik Amerika Serikat, termasuk Nvidia, Microsoft, dan Nike, resmi menolak sahamnya ditokenisasi oleh platform OKXICE. Penolakan ini bukan tanda tokenisasi saham berhenti, melainkan menunjukkan bahwa emiten punya hak untuk menentukan siapa yang boleh menerbitkan versi token dari sahamnya.
Mengutip CryptoWave pada Senin, 2 November 2026, laporan terbaru pada Minggu (1/11) mencatat 12 emiten baru ikut menggunakan hak penolakan mereka di bawah aturan Securities and Exchange Commission (SEC), regulator pasar modal AS. Tokenisasi saham adalah proses membuat representasi digital dari saham di jaringan blockchain, sehingga bisa diperdagangkan seperti token kripto.
OKXICE merupakan entitas gabungan antara bursa kripto OKX dan Intercontinental Exchange (ICE), pemilik New York Stock Exchange. Platform ini awalnya mendaftarkan 62 emiten untuk diperdagangkan sebagai token saham selama 24 jam di jaringan XLayer. Berdasarkan aturan SEC, emiten punya waktu 30 hari untuk menolak keterlibatan pihak ketiga, dan penolakan itu secara hukum melarang OKXICE mentokenisasi saham emiten tersebut.
Indikator | Nilai |
|---|---|
Emiten yang awalnya didaftarkan OKXICE | 62 emiten |
Emiten yang menolak (sebelumnya) | 26 emiten |
Emiten yang menolak (per 1 November 2026) | 50 emiten |
Tambahan penolakan terbaru | 12 emiten |
Batas waktu emiten untuk menolak | 30 hari |
Rencana model alternatif Nasdaq-Kraken (berbasis persetujuan emiten) | Target 2027 |
Sumber: CryptoWave, diolah Bareksa
Daftar emiten yang menolak, sebagian besar adalah perusahaan teknologi besar seperti Nvidia, Microsoft, Alphabet (Google), AMD, Intel, Micron, Reddit, CrowdStrike, Palo Alto Networks, Corning, Hewlett Packard Enterprise, Bloom Energy, IREN, dan USA Rare Earth. Dari sektor keuangan, Goldman Sachs dan JPMorgan Chase turut menyatakan keberatan, disusul emiten ritel dan konsumen seperti Nike, Costco, dan Walmart.
Meskipun demikian, sejumlah emiten tersebut sudah memiliki tokenisasi saham mereka melalui penerbit Ondo maupun Backed Finance (xStocks), seperti NVDAX, MSFTON, GOOGLX, AMDON, dll. Tokenisasi saham AS tersebut juga sebagian sudah tersedia di Bareksa Crypto.
CryptoWave mencatat gelombang penolakan ini diwarnai isu persaingan antarbursa. Perwakilan Nasdaq diduga mendorong emiten yang tercatat di bursanya untuk menolak skema pihak ketiga OKXICE. Di saat yang sama, Nasdaq bersama Kraken sedang menyiapkan model tokenisasi saham sendiri yang berbasis persetujuan emiten (issuer-led), dengan target peluncuran pada 2027.
Artinya, perdebatan yang terjadi bukan soal perlu atau tidaknya tokenisasi saham, melainkan siapa yang berhak menerbitkannya. Bagi yang ingin memahami cara kerja produk ini, Bareksa sudah membahas perbedaan saham AS tokenized dan saham AS langsung, mulai dari hak kepemilikan hingga perlakuan pajaknya.
Penolakan 50 perusahaan publik AS terhadap tokenisasi saham OKXICE menegaskan bahwa emiten memegang peran kunci dalam tokenisasi saham. Di sisi lain, rencana model berbasis persetujuan emiten dari Nasdaq dan Kraken pada 2027 menunjukkan tokenisasi saham tetap bergerak maju lewat jalur yang lebih resmi. Bagi investor, langkah paling bijak adalah memahami produknya, memilih platform terdaftar, dan menjaga porsi investasi sesuai profil risiko.
Pantau Berita Tokenisasi Saham di Aplikasi CryptoWave
Disclaimer
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan. Bareksa menyajikan ringkasan ini berdasarkan kerja sama konten dengan CryptoWave x TRIV Research.