
Konten ini merupakan kerja sama Bareksa dengan CryptoWave x TRIV Research.
Bareksa - Harga Solana (SOL), aset kripto milik jaringan Solana, berada di Rp1.868.335 per token di aplikasi Bareksa per Jumat (23/10/2026) pukul 04.09 WIB. Harga ini naik 34,7% dalam tiga bulan terakhir, meski sudah sekitar 15% di bawah puncaknya sekitar Rp2,19 juta pada akhir September.
Mengutip riset CryptoWave x TRIV Research (22/10/2026), jaringan Solana resmi menjalankan Alpenglow, pembaruan yang memangkas waktu finalitas transaksi dari sekitar 12,8 detik menjadi sekitar 150 milidetik. Kini pasar menanti arah arus dana ETF Solana spot dan rapat FOMC The Fed pekan depan.
SOL adalah aset kripto asli jaringan blockchain Solana yang beroperasi sejak Maret 2020. Menurut VanEck, SOL dipakai untuk membayar biaya transaksi dan untuk staking, yaitu mengunci aset guna membantu mengamankan jaringan dengan imbalan tertentu.
Research Supported by CryptoWave |
Yang terjadi: Solana mengaktifkan Alpenglow. Finalitas transaksi turun dari sekitar 12,8 detik menjadi sekitar 150 milidetik, tanpa mengubah biaya yang dibayar pengguna.
Kinerja harga: SOL naik 34,7% dalam tiga bulan ke Rp1.868.335 (23/10/2026 pukul 04.09 WIB), sekitar 15% di bawah puncak akhir September.
Yang perlu dicermati: arus keluar ETF Solana spot sekitar 537.000 SOL sepanjang 5–20 Oktober dan rapat FOMC The Fed pekan depan.
Yang dapat dipertimbangkan: harga kripto seperti SOL sangat naik-turun, sehingga porsinya dapat disesuaikan dengan profil risiko dan diimbangi aset yang lebih stabil.
Ringkasan Data SOL
Indikator | Data Terakhir | Keterangan |
|---|---|---|
Harga di Bareksa (23/10/2026, 04.09 WIB) | Rp1.868.335 | Naik 34,7% dalam tiga bulan |
Harga awal periode (24/7/2026) | ±Rp1,39 juta | Awal periode tiga bulan |
Harga puncak tiga bulan (akhir September) | ±Rp2,19 juta | Harga 23/10 sekitar 15% di bawah puncak |
Waktu finalitas transaksi | ±150 milidetik | Sebelumnya ±12,8 detik |
Arus dana ETF Solana spot (5–20/10) | Keluar ±537.000 SOL | Arus masuk ±5.600 SOL pada 21/10 |
Volume derivatif harian | ±US$83 juta | Sempat ±US$400 juta (15/10) dan ±US$340 juta (20/10) |
Sumber: aplikasi Bareksa (23/10/2026 pukul 04.09 WIB), CryptoWave x TRIV Research, Anza, Blockworks, diolah Bareksa
Alpenglow adalah protokol konsensus baru Solana yang dikembangkan Anza, perusahaan pengembang perangkat lunak yang didirikan mantan tim Solana Labs pada 2024. Konsensus adalah cara jaringan menyepakati transaksi yang sah, sedangkan finalitas adalah waktu sampai transaksi dianggap final dan tidak bisa dibatalkan.
Pada fase pertama (Votor), validator memberi suara langsung. Begitu 80% stake menyetujui, transaksi langsung final. Fase kedua (Rotor) akan menyusul. Menurut perusahaan tersebut, bursa kripto bisa mengkreditkan deposit lebih cepat dan pedagang memproses pembayaran hampir seketika.
Namun, riset CryptoWave x TRIV menilai dampak jangka pendeknya ke harga terbatas, karena rancangan Alpenglow sudah dikenal pasar sejak Mei 2025. Data Artemis mencatat biaya aplikasi di Solana sempat melampaui US$30 juta dalam sehari, tertinggi dalam setahun, tetapi kaitannya dengan Alpenglow masih perlu dikonfirmasi.
Di sisi lain, ETF Solana spot mencatat arus keluar di setiap sesi sepanjang 5–20 Oktober. Di pasar berjangka, funding rate atau biaya antara posisi beli dan jual kembali positif tipis, tanda posisi beli sedikit lebih dominan meski keyakinan pasar belum solid.
Mengutip riset CryptoWave x TRIV Research (22/10/2026), berikut level harga yang dicermati analis:
Harga Terakhir: Rp1.868.335 di aplikasi Bareksa, per 23/10/2026 pukul 04.09 WIB.
Arah Jangka Pendek: cenderung konsolidasi karena belum mampu menembus batas atas terdekat.
Batas Bawah Penting (support): US$96,06–98,81 (harian) dan US$77,18–93,26 (mingguan).
Batas Atas Terdekat (resistance): US$108,9–113,25 (harian) dan US$137,7–148,31 (mingguan).
Analisis: penutupan harian di atas US$113,25 membuka peluang menuju US$137,7–148,31, sedangkan penutupan di bawah US$96,06 berpotensi menekan harga ke US$77,18–93,26.
Support adalah level harga yang kerap menahan penurunan; resistance adalah level yang kerap menahan kenaikan.
Kenali karakter risikonya: SOL naik 34,7% dalam tiga bulan, tetapi juga turun sekitar 15% dari puncaknya dalam beberapa pekan.
Bedakan teknologi dan harga: pembaruan jaringan belum tentu langsung tecermin pada harga, terutama jika sudah lama diantisipasi pasar.
Pantau arus dana institusi: perubahan arah arus dana ETF Solana spot dapat menjadi petunjuk minat investor institusi.
Jaga porsi: aset kripto dapat ditempatkan sebagai porsi kecil sesuai profil risiko, diimbangi aset yang lebih stabil seperti reksadana pasar uang atau SBN Ritel.
Arus keluar ETF berlanjut: permintaan institusional terhadap SOL masih tertahan.
Stabilitas jaringan: peralihan sistem konsensus perlu dipantau untuk memastikan jaringan tetap stabil.
Sentimen global: harga minyak di atas US$110 per barel dan rapat FOMC dapat memicu gejolak aset berisiko, termasuk kripto.
Nilai investasi: harga aset kripto dapat turun tajam dalam waktu singkat dan tidak ada jaminan atas nilainya.
Solana mengaktifkan Alpenglow yang memangkas finalitas transaksi menjadi sekitar 150 milidetik, berpotensi memperkuat posisinya di sektor pembayaran. Namun, menurut riset CryptoWave x TRIV, dampak jangka pendek ke harga terbatas di tengah arus keluar ETF dan sikap hati-hati menjelang FOMC, dengan 96,06 dan US$113,25 sebagai level penentu arah. Perkembangan ini dapat dicermati sambil menjaga porsi kripto sesuai profil risiko.
Pantau Berita SOL di Aplikasi CryptoWave
Research Supported by CryptoWave |
Disclaimer
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan. Aset kripto memiliki volatilitas dan risiko tinggi. Bareksa menyajikan ringkasan riset ini berdasarkan kerja sama konten dengan CryptoWave x TRIV Research.
Protokol konsensus baru Solana yang dikembangkan Anza untuk mempercepat finalitas transaksi dari sekitar 12,8 detik menjadi sekitar 150 milidetik.
Tidak. Pembaruan ini hanya menyasar sistem konsensus, tanpa mengubah mesin eksekusi maupun biaya yang dibayar pengguna.
Di aplikasi Bareksa, harga SOL naik 34,7% dalam tiga bulan menjadi Rp1.868.335 per 23/10/2026 pukul 04.09 WIB, sekitar 15% di bawah puncaknya pada akhir September.