
Bareksa – Tesla memamerkan prototipe Roadster terbaru pada 15 Oktober 2026 dengan teknologi pendorong hasil kolaborasi SpaceX yang memungkinkan kendaraan bermanuver sesaat di udara. Inovasi tersebut menambah sorotan terhadap SpaceX yang juga memperluas bisnis internet satelit Starlink. Di Bareksa, aset crypto SpaceX Tokenized Stock (SPCXX) tercatat menguat 31,64% dalam tiga bulan terakhir, berdasarkan data aplikasi pada 19 Oktober 2026.
Prototipe Tesla Roadster memanfaatkan teknologi cold-gas thrusters, yaitu sistem pendorong menggunakan gas bertekanan, untuk membantu kendaraan melakukan manuver.
Teknologi yang dikembangkan bersama SpaceX ini menunjukkan pemanfaatan inovasi antariksa pada industri otomotif. Tesla menargetkan produksi Roadster pada 2028, meskipun jadwal dan kemampuan produk komersialnya belum dapat dipastikan.
Selain teknologi roket, SpaceX memperluas bisnis telekomunikasi satelit melalui Starlink. Pada Oktober 2026, SpaceX diberitakan menyepakati akuisisi portofolio spektrum frekuensi 800 MHz milik Grain Management di Amerika Serikat.
Spektrum ini direncanakan mendukung layanan Starlink Mobile, yakni konektivitas satelit langsung ke ponsel. Namun, transaksi tersebut masih memerlukan persetujuan regulator telekomunikasi AS. Ekspansi tersebut memperlihatkan upaya SpaceX mengembangkan pemanfaatan teknologi satelit di luar bisnis peluncuran roket.
Perkembangan SpaceX dapat menjadi perhatian investor yang mengikuti industri teknologi antariksa dan konektivitas global. Melalui Bareksa, tersedia aset crypto Real World Asset (RWA) SpaceX Tokenized Stock (SPCXX) yang dirancang mengikuti perubahan nilai saham SpaceX.
Indikator | Data SPCXX |
|---|---|
Harga per token | Rp2.728.473,21 |
Kinerja 3 bulan | +31,64% |
Kenaikan nominal | Rp655.834,20 |
Minimum pembelian | Rp50.000 |
Sumber: Aplikasi Bareksa, per 19 Oktober 2026 pukul 07.09 WIB. Harga dan kinerja dapat berubah.
Minimum pembelian Rp50.000 memungkinkan investor bertransaksi tanpa harus membeli satu token secara penuh. Namun, SPCXX bukan kepemilikan saham SpaceX secara langsung. Investor juga perlu memperhatikan risiko volatilitas harga, likuiditas, dan struktur produk.
Kenaikan harga SPCXX selama tiga bulan tidak dapat secara langsung dikaitkan dengan demonstrasi Roadster maupun ekspansi Starlink.
Kolaborasi Tesla Roadster dan ekspansi Starlink menggambarkan semakin luasnya pemanfaatan teknologi SpaceX. Sementara itu, SPCXX di Bareksa menyediakan alternatif eksposur terhadap nilai saham SpaceX melalui aset crypto. Meski kinerjanya naik 31,64% dalam tiga bulan, investor tetap perlu memahami risiko dan menyesuaikan investasi dengan profil risikonya.
Daftar Akun Crypto RWA di Sini
Disclaimer
Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi. Harga dapat naik dan turun secara signifikan. Pastikan kamu memahami risikonya sebelum bertransaksi. Seluruh rangkaian proses transaksi aset kripto melalui sistem PT Tiga Inti Utama (TRIV). TRIV Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Prototipe Tesla Roadster menggunakan teknologi pendorong hasil kolaborasi dengan SpaceX
SPCXX merupakan token crypto yang dirancang mengikuti nilai saham SpaceX, tetapi tidak memberikan kepemilikan saham langsung.
Berdasarkan data aplikasi Bareksa pada 19 Oktober 2026 pukul 07.09 WIB, harga SPCXX sekitar Rp2,73 juta per token, dengan minimum pembelian Rp50.000.