
Bareksa - Harga emas dunia terkoreksi ke kisaran US$4.047 per troy ounce pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Koreksi terjadi seiring menguatnya dolar AS, meredanya kekhawatiran geopolitik, serta sikap investor yang menunggu arah kebijakan suku bunga bank sentral utama.
Meski begitu, prospek emas dalam jangka menengah hingga panjang masih dinilai positif oleh banyak analis global karena tingginya pembelian bank sentral dan ketidakpastian ekonomi global.
Di Bareksa, harga emas digital masih menunjukkan kinerja yang solid dengan imbal hasil lebih dari 33% dalam setahun terakhir.
Harga Emas Digital Bareksa
Mitra | Harga (Rp/gram) | Return 1 Tahun |
Treasury | 2.425.213 | 34,28% |
Pegadaian | 2.497.740 | 36,38% |
Indogold | 2.423.652 | 33,58% |
Sumber: fitur Bareksa Emas, 28 Juli 2026 siang.
Mengacu pada harga emas dunia sekitar US$4.047 per ons dan kurs rupiah sekitar Rp18.102 per dolar AS, harga spot teoritis emas setara sekitar Rp2,355 juta per gram.
Dibandingkan harga tersebut, emas digital di Bareksa Emas diperdagangkan dengan premium yang masih relatif wajar yakni sekitar 2,89& hingga 6,04%.
Mitra | Harga (Rp/gram) | Premium vs Spot |
Treasury | Rp2.425.213 | 2,96% |
Pegadaian | Rp2.497.740 | 6,04% |
Indogold | Rp2.423.652 | 2,89% |
Sumber: Bareksa Emas, Investing, diolah
Beberapa faktor yang menekan harga emas antara lain:
Dolar AS menguat sehingga emas menjadi lebih mahal bagi investor global.
Ketegangan geopolitik mereda sehingga permintaan aset safe haven berkurang.
Pelaku pasar menunggu arah suku bunga The Fed.
Sebagian investor mengambil keuntungan setelah reli emas sepanjang tahun.
Meski demikian, permintaan emas dari bank sentral, terutama China dan negara berkembang lainnya, masih menjadi penopang utama harga emas.
Sejumlah lembaga keuangan global masih mempertahankan pandangan positif terhadap emas.
Institusi | Target |
HSBC (rata-rata 2026) | US$4.560/ons |
State Street | US$4.750-5.500/ons |
HSBC (potensi akhir 2027) | US$5.025/ons |
Sumber: Treasury, Kitco News
Jika dikonversi menggunakan kurs saat ini, target tersebut setara kisaran sekitar Rp2,65 juta hingga Rp3,20 juta per gram, atau masih memberikan ruang kenaikan dibanding harga emas digital saat ini.
Analis | Target Emas Dunia (US$/oz) | Spot Teoritis (Rp/gram) | Estimasi Harga Treasury* | Potensi vs Harga Saat Ini |
Saat ini | 4.047 | Rp2.355.470 | Rp2.425.213 | - |
HSBC 2026 | 4.560 | Rp2.654.200 | Rp2.732.800 | +12,7% |
State Street (bawah) | 4.750 | Rp2.764.800 | Rp2.846.600 | +17,4% |
HSBC 2027 | 5.025 | Rp2.925.000 | Rp3.011.600 | +24,2% |
State Street (atas) | 5.500 | Rp3.201.000 | Rp3.295.700 | +35,9% |
Sumber: Kitco News, Treasury, Bareksa Emas, diolah
*Estimasi menggunakan kurs Rp18.102/US$ dan mengasumsikan premium Treasury tetap sekitar 2,96% seperti saat ini. Realisasi harga dapat berbeda apabila terjadi perubahan kurs rupiah, harga emas dunia, maupun kebijakan penetapan harga masing-masing penyedia.
Dengan asumsi kurs rupiah berada di kisaran Rp18.102 per dolar AS dan premium emas digital Treasury tetap sekitar 2,96%, target harga emas dari berbagai lembaga global setara dengan kisaran Rp2,73 juta hingga Rp3,30 juta per gram. Dibandingkan harga Treasury saat ini sebesar Rp2.425.213 per gram, proyeksi tersebut mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 12,7% hingga 35,9%, apabila target harga emas dunia tercapai dan faktor lain seperti nilai tukar rupiah serta premium tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Bagi investor jangka panjang, koreksi harga emas dapat menjadi momentum untuk melakukan akumulasi bertahap (dollar cost averaging/DCA), terutama bagi yang ingin mendiversifikasi portofolio.
Investor juga dapat membandingkan harga antar penyedia emas digital. Saat ini, Indogold menawarkan harga paling dekat dengan estimasi spot internasional, disusul Treasury dengan premium sekitar 3%. Sementara itu, Pegadaian memiliki premium lebih tinggi, namun menawarkan ekosistem dan layanan yang menjadi pertimbangan bagi sebagian investor.
Karena harga emas tetap dipengaruhi perkembangan dolar AS, suku bunga global, dan kondisi geopolitik, investor sebaiknya tetap menyesuaikan porsi investasi dengan profil risiko masing-masing.
Faktor | Dampak |
Harga emas dunia terkoreksi | Berpotensi menjadi momentum akumulasi |
Return emas digital >33% setahun | Tren jangka panjang masih positif |
Premium Treasury & Indogold sekitar 3% | Masih relatif kompetitif |
Pembelian bank sentral berlanjut | Menjadi penopang harga emas |
Target analis hingga US$5.500/ons | Potensi kenaikan jangka menengah masih terbuka |
Sumber: Bareksa Emas, Kitco News, Treasury, diolah
Koreksi harga emas ke kisaran US$4.047 per ons dapat menjadi momentum yang layak dicermati investor jangka panjang, mengingat fundamental emas masih ditopang pembelian bank sentral dan proyeksi sejumlah analis global yang masih positif. Dengan asumsi kurs rupiah dan premium emas digital relatif stabil, target harga emas US$4.560-5.500 per ons setara sekitar Rp2,73-3,30 juta per gram untuk Treasury, atau mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 12,7%-35,9% dari harga saat ini. Meski demikian, investor tetap perlu berinvestasi sesuai profil risiko dan melakukan akumulasi secara bertahap (DCA).
Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.
(Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
***
DISCLAIMER
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.
Karena dolar AS menguat, tensi geopolitik mereda, dan investor menunggu arah kebijakan suku bunga The Fed.
Banyak analis global masih memperkirakan harga emas berpotensi naik dalam jangka menengah hingga panjang karena permintaan bank sentral tetap tinggi.
Treasury Rp2.425.213, Pegadaian Rp2.497.740, dan Indogold Rp2.423.652 per gram pada 28 Juli 2026.
Perbedaan dipengaruhi oleh spread, biaya operasional, mekanisme lindung nilai, serta kebijakan harga masing-masing penyedia.
Investor jangka panjang dapat mempertimbangkan akumulasi secara bertahap (DCA), sambil tetap memperhatikan profil risiko dan tujuan investasi.