Harga Emas Tertekan? WGC Ungkap Dolar AS Berpotensi Menguat, Ini Risiko dan Peluang Investor

Abdul Malik • 29 Jun 2026

an image
Ilustrasi korelasi antara harga emas logam mulia dibandingkan dolar AS. (Shutterstock)

World Gold Council menilai penguatan indeks dolar AS (DXY) dapat menjadi tekanan bagi harga emas. Simak prospek emas, harga emas Bareksa hari ini, dan faktor yang perlu dicermati investor.

Bareksa - Harga emas masih menghadapi tekanan setelah sinyal kebijakan moneter ketat (hawkish pause) dari Federal Reserve (The Fed) mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Menurut laporan Weekly Markets Monitor dari World Gold Council (WGC), indeks dolar AS (DXY) mulai menembus level psikologis 100 yang berpotensi menjadi sentimen negatif bagi harga emas apabila tren penguatannya berlanjut.

Meski demikian, ketidakpastian geopolitik masih menjadi penopang permintaan aset safe haven. Pekan ini, investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat, termasuk inflasi PCE dan data ketenagakerjaan, yang diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan The Fed dan pergerakan harga emas.

Laporan WGC menyebutkan perhatian pasar pekan lalu tertuju pada pertemuan pertama Ketua The Fed Kevin Warsh yang mempertahankan nada kebijakan cenderung hawkish. Di sisi lain, sentimen global sedikit membaik setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU), yang mendorong kenaikan pasar saham global, penguatan dolar AS, serta penurunan harga minyak.

Dolar AS Masih Menjadi Penentu Arah Harga Emas

Menurut WGC, penguatan indeks dolar AS masih perlu dikonfirmasi apakah merupakan awal tren naik (breakout) atau hanya kenaikan sementara (head fake).

Jika DXY mampu bertahan di atas area resistensi teknikal sekitar 101,14, penguatan dolar berpotensi berlanjut sehingga menjadi hambatan tambahan bagi kenaikan harga emas. Sebaliknya, pelemahan dolar dapat membuka ruang pemulihan harga emas.

WGC menyebut sejumlah faktor yang dapat membatasi penguatan dolar, antara lain:

  • Inflasi PCE AS lebih rendah dari perkiraan.

  • Intervensi Bank of Japan (BoJ) untuk menopang yen.

  • Normalisasi pasokan minyak sehingga kebutuhan likuiditas dolar berkurang.

  • Perbaikan pertumbuhan ekonomi di luar Amerika Serikat.

Harga Emas Global Masih Menguji Support Penting

Harga emas spot ditutup di sekitar US$4.151 per ons troi, turun sekitar 0,8% dalam sepekan dan terkoreksi sekitar 5% sejak awal tahun. Secara teknikal, area US$4.075 per ons menjadi level support penting yang perlu dicermati investor. Apabila level tersebut ditembus bersamaan dengan penguatan dolar AS, harga emas berpotensi melanjutkan koreksi menuju kisaran US$3.887-US$3.857.

Sementara itu, riset harian Treasury memperkirakan harga emas bergerak terbatas pada pekan ini. Pada perdagangan Senin (29/6), harga emas spot berada di sekitar US$4.088 per ons troi, dengan perhatian pasar tertuju pada perkembangan konflik AS-Iran, harga minyak, serta data ekonomi Amerika Serikat.

Harga Emas Dalam Negeri Hari Ini

Di tengah volatilitas harga emas global, investor dapat memantau harga emas digital melalui Bareksa yang bekerja sama dengan beberapa mitra pengelola emas.

Mitra Pengelola Emas
Harga Beli (Rp/gram)
Kinerja 1 Tahun

Treasury

Rp2.402.093

+36,42%

Pegadaian

Rp2.538.638

+40,99%

Indogold

Rp2.398.368

+33,60%

Harga Emas Batangan Antam

Rp2.645.000

+40,39%

Sumber: Aplikasi Bareksa, Senin (29/6/2026).

Harga emas antar mitra dapat berbeda karena masing-masing memiliki kebijakan harga, spread, serta mekanisme transaksi yang berbeda. Investor dapat membandingkan harga sebelum membeli maupun menjual emas.

Agenda Ekonomi yang Perlu Dicermati Investor

Pekan ini pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat, di antaranya:

  • Inflasi PCE.

  • Core PCE.

  • Personal Income.

  • Personal Spending.

  • Dallas Fed Trimmed Mean Inflation.

  • PMI Manufaktur dan Jasa.

  • Non-Farm Payrolls (NFP).

  • Tingkat pengangguran AS.

Apabila inflasi dan data tenaga kerja lebih kuat dari perkiraan, peluang The Fed mempertahankan suku bunga tinggi akan meningkat sehingga berpotensi menopang dolar AS dan menekan harga emas. Sebaliknya, data ekonomi yang melemah dapat menjadi katalis positif bagi logam mulia.

Apa Artinya bagi Investor Indonesia?

Bagi investor Indonesia, arah harga emas dalam jangka pendek diperkirakan masih dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni kebijakan suku bunga The Fed, pergerakan indeks dolar AS, dan perkembangan geopolitik global.

Meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi, emas masih berpotensi berperan sebagai aset lindung nilai (safe haven). Investor juga dapat memanfaatkan perbedaan harga antar mitra emas digital di Bareksa untuk menyesuaikan strategi investasi sesuai kebutuhan.

Key Takeaways

Faktor
Dampak terhadap Harga Emas

DXY di atas level 100

Berpotensi menekan harga emas

Sikap hawkish The Fed

Negatif bagi emas

Data PCE dan NFP AS

Penentu arah pasar pekan ini

Support teknikal

US$4.075 per ons menjadi level penting

Harga emas Bareksa

Treasury Rp2,40 juta, Pegadaian Rp2,54 juta, Indogold Rp2,40 juta per gram

Geopolitik

Tetap menopang permintaan aset safe haven

SumberL WGC, Treasury, diolah

Kesimpulan

World Gold Council menilai arah harga emas dalam jangka pendek masih dipengaruhi oleh penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Jika DXY mampu mempertahankan tren penguatan, harga emas berpotensi menghadapi tekanan lanjutan. Namun, ketidakpastian geopolitik, perkembangan konflik AS-Iran, serta data inflasi dan ketenagakerjaan Amerika Serikat masih dapat memicu volatilitas harga emas. Bagi investor Indonesia, memantau faktor global sekaligus membandingkan harga emas digital di Bareksa dapat menjadi salah satu strategi dalam mengambil keputusan investasi.

Investasi di Aplikasi Jual - Beli Emas Terbaik - Bareksa

Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.

Beli Emas di Sini

(Rahmat Hidayat/AM)

Tentang Penulis

*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.

***

DISCLAIMER

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.

Pertanyaan Umum

Mengapa harga emas sedang tertekan?

Karena penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi The Fed mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Mengapa indeks dolar AS memengaruhi harga emas?

Harga emas umumnya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS. Ketika dolar menguat, harga emas menjadi lebih mahal bagi investor global sehingga permintaan cenderung melemah.

Berapa level support penting harga emas saat ini?

Menurut World Gold Council, area support utama berada di sekitar US$4.075 per ons troi.

Data ekonomi apa yang paling dinantikan pasar pekan ini?

Investor akan mencermati inflasi PCE, Core PCE, PMI, Non-Farm Payrolls, dan tingkat pengangguran Amerika Serikat.

Berapa harga emas di Bareksa hari ini?

Per 29 Juni 2026, harga emas digital di Bareksa tercatat Treasury Rp2.402.093/gram, Pegadaian Rp2.538.638/gram, Indogold Rp2.398.368/gram, sedangkan harga referensi emas Antam Rp2.645.000/gram.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.