
Bareksa - Harga emas global pada 2026 diproyeksikan berada di rentang US$4.700 hingga US$5.500 per ons, mencerminkan fase harga tinggi yang masih berlanjut di tengah ketidakpastian geopolitik, inflasi energi, dan arah kebijakan suku bunga global.
Berdasarkan World Bank Commodity Market Outlook dilansir Kitco News (28/4), harga emas rata-rata diperkirakan berada di sekitar US$4.700 per ons pada 2026 dalam skenario dasar. Sementara itu, lembaga seperti Amundi Investment Institute melihat potensi kenaikan lebih tinggi hingga US$5.500 per ons dalam horizon 12 bulan jika tekanan inflasi dan risiko global meningkat.
Informasi ini menjadi perhatian investor karena emas tetap menjadi aset lindung nilai utama di tengah volatilitas pasar.
World Bank mencatat emas telah mengalami penguatan signifikan dengan kenaikan dua digit pada awal tahun, didorong oleh meningkatnya permintaan safe haven. Namun, mereka menekankan bahwa kenaikan lebih lanjut akan dibatasi oleh risiko stabilisasi inflasi dan potensi penurunan pembelian bank sentral.
Di sisi lain, Amundi menilai emas masih didukung oleh faktor struktural seperti diversifikasi cadangan devisa, tingginya utang global, serta ketidakpastian geopolitik. Faktor-faktor ini berpotensi menjaga emas tetap berada pada level tinggi dalam jangka menengah.
World Bank menekankan bahwa risiko utama emas adalah kenaikan inflasi energi yang dapat meningkatkan suku bunga riil, sehingga menekan aset tanpa imbal hasil seperti emas. Namun, skenario sebaliknya tetap terbuka jika ketegangan geopolitik meningkat.
Secara keseluruhan, emas dipandang berada dalam fase “high volatility high range”, di mana pergerakan harga sangat sensitif terhadap dolar AS, kebijakan The Fed, serta arus dana ETF global.
Harga Emas Spot Terkini (29 April 2026)
Instrumen | Harga | Perubahan |
|---|---|---|
XAU/USD Spot | US$4.569,54/oz | -0,60% |
Range Intraday | US$4.540 – US$4.610 | Volatil |
Sumber: Investing, pukul 15.00 WIB
Harga Emas Dalam Negeri
Platform | Harga Beli |
|---|---|
Pegadaian | Rp2.693.000 |
Treasury | Rp 2.606.904 |
Indogold | Rp 2.604.768 |
Sumber: Fitur Bareksa Emas, 29 April 2026
Prediksi Harga Emas 2026 (Konsensus Global)
Institusi | Proyeksi | Skenario |
|---|---|---|
World Bank | ~US$4.700/oz | Base case (stabil volatil) |
Amundi | ~US$5.500/oz | Bull case (inflasi & geopolitik) |
Sumber: Kitco News
Kebijakan suku bunga The Fed
Dolar AS dan imbal hasil riil
Pembelian emas bank sentral global
Ketegangan geopolitik dan perang energi
Arus masuk ETF emas global
Harga emas 2026 berada dalam fase harga tinggi dengan rentang utama di US$4.700–US$5.500 per ons. World Bank melihat skenario dasar yang lebih stabil, sementara Amundi membuka peluang kenaikan lebih tinggi jika risiko global meningkat. Dengan kondisi ini, emas tetap berada dalam radar utama investor global sebagai aset lindung nilai strategis, meski volatilitas diperkirakan masih tinggi.
1. Berapa harga emas 2026 menurut World Bank?
Sekitar US$4.700 per ons dalam skenario dasar.
2. Apakah emas bisa ke US$5.500?
Bisa, jika inflasi dan risiko geopolitik meningkat menurut Amundi.
3. Apa harga emas saat ini?
Sekitar US$4.569 per ons (XAU/USD).
4. Apa faktor utama penggerak emas?
Suku bunga, dolar AS, dan risiko global.
5. Apakah emas masih menarik?
Masih, karena berfungsi sebagai aset lindung nilai utama global.
Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.
Tengang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.