
Bareksa - Laporan terbaru dari World Gold Council yang dipublikasi Sabtu (11/4) menunjukkan bahwa harga emas mengalami penurunan signifikan pada Maret 2026.
Harga emas turun sekitar 12% menjadi US$4.608 per troy ons, menjadikannya kinerja bulanan terburuk sejak Juni 2013.
Menariknya, meski turun tajam secara bulanan, emas masih mencatatkan kinerja positif sejak awal tahun (year-to-date), menandakan tren jangka panjang belum sepenuhnya rusak.
Sumber: WGC
Penurunan harga emas kali ini bukan dipicu oleh melemahnya fundamental, melainkan faktor teknikal dan likuiditas pasar. Ada beberapa faktor utama:
1. Deleveraging & Kebutuhan Likuiditas
Investor global melakukan pengurangan utang (deleveraging), sehingga menjual aset likuid seperti emas untuk memenuhi kebutuhan dana.
2. Tekanan dari Yield Obligasi AS
Kenaikan imbal hasil obligasi AS meningkatkan opportunity cost memegang emas (yang tidak memberikan bunga), sehingga menekan harga.
3. Aksi Jual Berantai di Pasar
Tekanan semakin dalam akibat:
Arus dana menjadi indikator penting:
Ini menunjukkan investor Asia melihat penurunan sebagai peluang beli, bukan sinyal bearish jangka panjang.
Sumber: WGC
Meski terjadi gangguan di Timur Tengah, dampaknya terhadap harga emas global dinilai minim.
Penurunan lebih disebabkan oleh faktor finansial (likuiditas & leverage), bukan geopolitik. Permintaan fisik seperti perhiasan memang terdampak, tetapi tidak cukup besar untuk menggerakkan harga global.
Meski sempat tertekan, ada beberapa sinyal positif untuk emas:
Indikasi Pemulihan:
Selain itu, permintaan dari segmen wealth management dan retail mulai muncul kembali saat harga stabil di level teknikal penting.
Namun, risiko jangka pendek masih ada:
Faktor-faktor ini bisa membuat harga emas tetap volatil dalam waktu dekat.
Sumber: WGC
Penurunan harga emas pada Maret 2026 lebih disebabkan oleh tekanan likuiditas dan deleveraging, bukan karena melemahnya fundamental. Meski volatilitas masih tinggi dalam jangka pendek, prospek jangka menengah emas tetap positif didukung oleh minat investor dan stabilisasi pasar.
1. Kenapa harga emas turun drastis di Maret 2026?
Karena deleveraging, arus keluar ETF, dan kebutuhan likuiditas global.
2. Apakah emas masih menarik untuk investasi?
Masih, terutama untuk jangka menengah hingga panjang.
3. Apakah konflik global mendorong harga emas naik?
Tidak signifikan dalam kasus Maret 2026.
4. Apa sinyal pemulihan emas?
Inflow ETF, pelemahan dolar AS, dan minat investor yang tetap kuat.
Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.
Tengang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.