Realisasi Investasi 2020 Melesat, Seiring Capaian Industri Reksadana

Abdul Malik • 26 Jan 2021

an image
Gedung bertingkat memantulkan cahaya matahari di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (15/3). BKPM mengumumkan realisasi investasi 2020 melesat seiring ekspektasi pemulihan ekonomi Indonesia tahun ini(di tengah pandemi Covid-19. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

BKPM mencatat realisasi investasi di sepanjang 2020 mencapai Rp826,3 triliun

Bareksa.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi di sepanjang 2020 mencapai Rp826,3 triliun. Capaian tersebut mencapai 101,1 persen dari target yang ditetapkan Rp817,2 triliun.

Dengan kata lain, realisasi investasi sepanjang tahun lalu melebihi target Rp9,1 triliun dari yang ditargetkan BKPM. Capaian tersebut patut diacungi jempol mengingat tahun 2020 kondisi perekonomian sedang bergejolak akibat pandemi covid-19.

Sumber: Tangkapan Layar Youtube BKPM TV

Berdasarkan sub investasi, penanaman modal dalam negeri (PMDN) berhasil mendominasi dengan nilai Rp413,5 triliun atau setara 50,1 persen, sementara penanaman modal asing (PMA) Rp412,8 triliun atau setara 49,9 persen.

Kontribusi kedua sub investasi tersebut pada tahun 2020 terlihat sangat berimbang, di mana hal tersebut dikarenakan PMDN yang berhasil tumbuh 7 persen YoY, sedangkan PMA terkoreksi 2,4 persen YoY.

“Ini pertama dalam sejarah, peran PMDN sangat berguna. PMDN menjadi banteng pertahanan investasi di era pandemi,” kata Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Kuartal IV 2020 secara virtual di Youtube BKPM TV, Senin (25/1/2021).

Di sisi lain, realisasi investasi pada tahun lalu juga berhasil menyerap tenaga kerja sekitar 1,16 juta orang dari sekitar 153 ribu proyek investasi yang ada.

Dengan hasil di atas, memberikan kita harapan bangkitnya perekonomian nasional, terutama dari sisi investasi. Mengingat pos ini merupakan kontributor terbesar kedua dalam produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang mencapai 31,12 persen per kuartal III-2020.

Senada dengan Kinerja Reksadana

Capaian realisasi investasi yang mampu melebihi target, nyatanya senada dengan pertumbuhan investasi keuangan dalam industri reksadana. Sekadar mengingatkan, industri reksadana Tanah Air berhasil menorehkan capaian yang memuaskan sekaligus menciptakan rekor baru, setelah sebelumnya sempat terseok-seok di awal tahun akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut tercermin dari total dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksadana yang mencapai Rp573,54 triliun per Desember 2020. Angka tersebut meningkat Rp31,37 triliun (5,79 persen) dibandingkan akhir 2019 yang sebesar Rp542,17 triliun.

Sekadar informasi, posisi AUM per Desember 2020 menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah (all time high), melampaui posisi tertinggi sebelumnya yang dicapai pada Oktober 2019 yang sebesar Rp553,27 triliun.

Di tengah situasi pandemi Covid-19, kita masih menghadapi berbagai tantangan di tahun 2021. Namun, kita harus tetap optimis mengarungi berbagai dinamika yang terjadi. Adanya program vaksinasi nasional dan implementasi UU Cipta Kerja diharapkan membantu meningkatkan realisasi investasi 2021 serta memulihkan ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, Bank Indonesia mengungkapkan, dilantiknya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat yang baru akan memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dia memperkirakan sentimen positif juga akan mendorong aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik mencapai US$19,1 miliar atau sekitar Rp269,3 triliun. Perkiraan ini jauh lebih tinggi dibandingkan aliran masuk modal asing sepanjang 2020 yang tercatat mencapai US$11 miliar.

Hal tersebut tentu bisa mendorong capital inflow masuk ke pasar saham maupun pasar obligasi Tanah Air yang bisa mengangkat kinerja kedua aset tersebut yang merupakan underlying asset dalam reksadana.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.