Bertahan Saat Bursa Anjlok, Ini 5 Reksadana Pasar Uang AUM Terbesar

Bareksa • 10 Mar 2020

an image
Ilustrasi investasi reksadana saham obligasi surat utang menguntungkan dengan menabung uang koin recehan yang tumbuh menjadi tanaman pohon

Reksadana pasar uang mencatat pertumbuhan Rp706,70 miliar atau sekitar 0,93 persen sepanjang Februari 2020

Bareksa.com - Melewati bulan kedua tahun 2020, industri reksadana di Indonesia kembali mengalami koreksi. Hal itu tercermin dari menurunnya nilai dana kelolaan (asset under management/AUM) pada akhir Februari 2020 yang terbilang cukup besar dibandingkan sebulan sebelumnya.

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), AUM industri reksadana tercatat Rp525,28 triliun per Februari 2020, atau turun Rp12 triliun (-2,23 persen) dibandingkan bulan Januari 2020 yang sebesar Rp537,28 triliun.

Sekadar informasi, penurunan dana kelolaan yang dicatatkan pada Februari 2020, merupakan penurunan yang keempat kali beruntun sejak bulan November 2019.

Jika dilihat berdasarkan jenisnya, per Februari 2020 reksadana pasar uang menjadi jenis reksadana yang mengalami pertumbuhan, selain reksadana syariah berbasis sukuk dan reksadana global. Reksadana pasar uang mencatat pertumbuhan Rp706,70 miliar atau sekitar 0,93 persen sepanjang Februari 2020.

Tabel NAB Reksadana per Jenis Akhir Januari 2020 – Februari 2020

Sumber: OJK, diolah Bareksa

Dari total AUM reksadana pasar uang yang mencapai Rp76,40 triliun tersebut, produk reksadana pasar uang mana saja yang mencatatkan dana kelolaan terbesar per Februari 2020?

Mengacu pada data OJK, saat ini terdapat 5 produk reksadana pasar uang dengan AUM terbesar.

Top 5 Reksadana Pasar Uang Dana Kelolaan Terbesar per Februari 2020

Sumber: OJK, diolah Bareksa

MANDIRI INVESTA PASAR UANG yang dikelola oleh PT Mandiri Manajemen Investasi berada di urutan pertama produk reksadana pasar uang dengan AUM terbesar yakni mencapai Rp9,21 triliun.

Berikutnya di urutan kedua SUCORINVEST MONEY MARKET FUND yang dikelola PT Sucorinvest Asset Management dengan dana kelolaan Rp5,32 triliun, kemudian di urutan ketiga BAHANA DANA LIKUID yang dikelola PT Bahana TCW Investment Management dengan AUM Rp4,15 triliun.

Lalu di urutan keempat BATAVIA DANA KAS MAXIMA yang dikelola oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen dengan AUM Rp3,87 triliun, dan di urutan kelima EASTSPRING INVESTMENTS CASH RESERVE KELAS B yang dikelola PT Eastspring Investments Indonesia dengan AUM Rp3,74 triliun.

Sebagai informasi, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Sementara reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang melakukan investasi pada jenis instrumen investasi pasar uang dangan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Selain itu, reksadana pasar uang bisa berinvestasi di efek surat utang atau obligasi. Biasanya, kupon atau imbal hasil obligasi ini juga bisa lebih tinggi daripada bunga deposito. Alhasil, ini bisa juga mendorong keuntungan reksadana pasar uang.

Reksadana pasar uang cocok untuk investor pemula yang baru mengenal investasi karena risikonya rendah. Selain itu, kinerjanya cukup stabil sehingga cocok untuk investasi jangka pendek (sekitar setahun).

(KA01/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.