OVO Dukung UMKM Jawa Tengah Go Digital

Bareksa • 07 Nov 2019

an image
Pegawai OVO sedang menjelaskan fitur-fitur OVO kepada pelanggan pada acara Indonesia FinTech Summit & Expo 2019 di JCC, Jakarta (23/09/2019). (Bareksa/AM)

OVO kembali tegaskan komitmennya dalam memberikan edukasi dan sosialisasi penggunaan QRIS

Bareksa.com - OVO, platform pembayaran digital terdepan di Indonesia berperan aktif dalam mendukung inisiatif Bank Indonesia untuk mempercepat penetrasi ekonomi digital di kalangan UMKM di Jawa Tengah.

OVO turut ambil bagian dalam acara UMKM Gayeng (Gelar Karya Kreatif Jateng), "Go Global Go Digital" yang digelar 1-3 November 2019 di Lawang Sewu. Di acara ini OVO kembali tegaskan komitmennya dalam memberikan edukasi dan sosialisasi penggunaan Quick Response (QR) Code Indonesian Standard (QRIS).

President Director OVO Karaniya Dharmasaputra menyambut baik inisiatif QRIS dari Bank Indonesia. Keikutsertaan OVO pada acara UMKM Gayeng ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada pelaku UMKM dalam menghadapi ekonomi digital, khususnya dalam menghadapi penerapan QRIS secara menyeluruh pada tanggal 1 Januari 2020 mendatang.

"Kami percaya bahwa langkah ini akan meningkatkan pemerataan akses terhadap keuangan digital, serta mendukung pemerintah dalam menyukseskan Gerakan Nasional Non-Tunai sebagai akselerator dalam perkembangan ekonomi digital dan mendorong percepatan inklusi keuangan yang merata di Indonesia. Melalui QRIS, kami berharap dapat memberdayakan lebih banyak UMKM di Indonesia, terutama di Jawa Tengah," ujarnya dalam keterangan tertulis Rabu, 6 November 2019.

Acara ini dimeriahkan dengan bazar dari 70 UMKM ekonomi kreatif Jawa Tengah yang memiliki potensi ekspor. Selain itu, ada juga peragaan busana “Kesengsem Lasem” hasil karya kolaboratif dari perancang busana kenamaan, Didiet Maulana, dengan kelompok pengrajin batik lasem.

Batik Lasem sendiri merupakan salah satu produk UMKM unggulan Jawa Tengah yang sudah mampu bersaing di pasar internasional. Selama acara, baik pengunjung maupun pedagang sudah bisa melakukan transaksi dengan menggunakan QRIS yang didukung juga oleh sistem pembayaran dari OVO

Pada acara ini OVO berkesempatan mengedukasi pelaku UMKM tentang peran QRIS untuk meningkatkan bisnis mereka, serta melakukan diskusi agar mereka dapat lebih maksimal mengadopsi teknologi yang semakin maju dan siap merambah pasar global. Selama dua tahun hadir di Indonesia, OVO senantiasa melayani seluruh masyarakat Indonesia, mulai dari perorangan, mitra modern maupun UMKM, dengan memberikan kemudahan transaksi digital.

Saat ini, platform OVO sendiri dapat diterima di 500.000 merchant, termasuk juga 300.000 UMKM. Karena itu, penting bagi OVO untuk terus mendekatkan diri kepada para pelaku UMKM demi mencapai pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui teknologi digital.

Sebagai perusahaan dengan strategi ekosistem terbuka yang telah menyandang status sebagai Unicorn ke-5 di Indonesia, OVO menyambut program QRIS sebagai terobosan baru untuk membawa ekosistem keuangan digital Indonesia yang holistik, yang dapat mendorong akselerasi industri kecil menengah untuk lebih maju di masa yang akan datang.

Kemajuan ini diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap ekonomi secara menyeluruh dan mendorong tingkat inklusi keuangan serta akses keuangan yang merata guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Dalam laporan CB Insights bertajuk The Global Unicorn Club disebutkan OVO memiliki valuasi US$2,9 miliar atau setara Rp40,6 triliun. Unicorn merupakan julukan bagi startup yang memiliki valuasi di atas US$1 miliar atau Rp14 triliun. CB Insights menyatakan OVO menyandang status unicorn sejak 14 Maret 2019. Pertumbuhan valuasi OVO dinilai cukup cepat bahkan melampaui valuasi Traveloka dan Bukalapak yang sudah lebih dahulu menyandang status unicorn.

Daftar Unicorn RI

1. GO-JEK dengan valuasi US$10 miliar (Rp140 triliun)
2. Tokopedia dengan valuasi US$7 miliar (Rp98 triliun)
3. OVO dengan valuasi US$2,9 miliar (Rp40,6 triliun)
4. Traveloka dengan valuasi US$2 miliar (Rp28 triliun)
5. Bukalapak dengan valuasi US$1 miliar (Rp14 triliun).

(*)