Terus Melonjak, Market Cap Saham FREN Telah Melampaui Nilai Total Aset

Bareksa • 19 Feb 2019

an image
Website PT Smartfren Telecom Tbk (FREN)

Dari empat saham emiten telekomunikasi, hanya FREN dan TLKM yang market capnya di atas nilai total aset

Bareksa.com - Kabar konsolidasi PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dan PT XL Axiata Tak (EXCL) tampaknya dimainkan investor pasar modal sehingga harga saham dua emiten telekomunikasi ini tiba-tiba kompak menguat pada saat penutupan perdagangan, Senin, (18/2/2019).

Kabar ini mulai diperkuat dengan informasi soal manajemen Smartfren akan mengagendakan public expose (PE) insidentil pada Rabu 20 Februari mendatang di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). PE Insidentil tersebut berkaitan dengan suspensi atau penghentikan perdagangan saham FREN dan Waran Seri 2 FREN yang dilakukan BEI pada 15 Februari 2019.

Dalam keterbukaan informasi di BEI, Direktur Smartfren Antony Susilo mengatakan perseroan akan menggelar paparan publik insidentil pada Rabu 20 Februari mendatang di Gedung BEI Tower 2 Lantai 1.

"PE digelar Rabu 20 Februari, pukul 10.30-12.00 WIB," tulis Antony, dalam keterbukaan informasi.

Saham FREN dan EXCL hari ini melesat dan menjadi top gainer. Saham FREN naik hingga 12,88 persen di level Rp298 per saham, sementara saham EXCL naik 8,12 persen di level Rp2.530 per saham. Dalam sepekan terakhir saham FREN melesat 41,9 persen dan year to date meroket 282 persen, sedangkan saham EXCL sudah memberikan gain 18,78 persen sepekan.

Market Cap FREN Telah Melampaui Jumlah Total Assetnya

Seiring harga saham FREN yang terus menguat, nilai dari market cap FREN pun terus melonjak. Mengacu pada data RTI, dari 4 saham telekomunikasi (FREN, EXCL, ISAT, TLKM), terlihat saham FREN dan TLKM telah dihargai oleh para pelaku pasar sedikit lebih mahal. Hal itu terlihat dari nilai market cap yang telah melebihi total asetnya.

Perbandingan Total Aset dan Market Cap Saham Telekomunikasi (Rp Triliun)

Sumber : RTI, diolah Bareksa

Meski sama-sama telah dihargai di level premium oleh para pelaku pasar, TLKM dan FREN memiliki kondisi fundamental yang berbeda. Per September 2018, TLKM berhasil mencatatkan profit Rp14,23 triliun atau membukukan net profit margin 14,34 persen. Sedangkan FREN per September 2018 masih membukukan kerugian Rp2,5 triliun atau mencatatkan net profit margin minus 63,4 persen.

Dari perbandingan fundamental dasar kedua perusahaan tersebut, dapat dikatakan jika saat ini para pelaku pasar cenderung berlebihan dalam menyikapi adanya sentimen-sentimen yang berkaitan dengan saham FREN.

Sebab, tinggi nya nilai market cap melebihi total asetnya, di saat yang bersamaan mempunyai nilai fundamental yang tidak sebaik TLKM membuat harga saham FREN dapat dikatakan sudah terlampau mahal secara nilai wajar.

(KA02/AM)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut