BI : Pertumbuhan Harga Properti di Kuartal IV 2018 Melambat

Bareksa • 13 Feb 2019

an image
Pekerja merampungkan pekerjaan perumahan untuk kalangan menengah di Kelurahan Palupi, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (11/2). Pemerintah memangkas anggaran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari Rp 9,7 triliun menjadi Rp 3,1 triliun di 2018. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

BI menyebutkan, melambatnya kenaikan harga properti residensial terjadi pada tipe rumah kecil

Bareksa.com - Bank Indonesia (BI) melalui Survei Harga Properti Residensial menunjukkan adanya perlambatan kenaikan harga properti di kuartal IV 2018.

Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) kuartal IV 2018 menunjukkan adanya kenaikan harga 0,35 persen, lebih rendah jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang 0,42 persen. Secara tahunan, kenaikan harga properti residesial juga melambat dari 3,18 persen (yoy) pada kuartal III 2018 menjadi 2,98 persen di kuartal IV 2018.

BI menyebutkan, melambatnya kenaikan harga properti residensial terjadi pada tipe rumah kecil. Di kuartal IV 2018 kenaikan harga rumah kecil melambat dari 0,69 persen (quarter to quarter/qtq) di kuartal sebelumnya menjadi 0,39 persen di kuartal IV 2018.

Sedangkan pada rumah tipe menengah mengalami peningkatan harga 0,28 persen dari yang sebelumnya 0,26 persen. Adapun rumah tipe besar naik dari 0,3 persen menjadi 0,39 persen di kuartal IV 2019.

Berdasarkan wilayah, kenaikan harga properti residensial tertinggi terjadi di wilayah Surabaya yaitu sebesar 1,19 persen.

"Pada kuartal IV 2018, meski kenaikan IHPR secara triwulanan melambat, namun biaya yang dikeluarkan oleh rumah tangga untuk tempat tinggal semakin meningat. Hal ini tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen  (IHK) sub kelompok biaya tempat tinggal 1,35 persen (qtq) lebih tinggi dari 0,73 persen (qtq) di kuartal sebelumnya," jelas BI dalam keterangan di laman resminya, Selasa (12/1/2019).

Meski jika secara kuartalan perlambatan kenaikan harga hanya terjadi pada rumah tipe kecil, namun secara tahunan perlambatan terjadi di semua tipe. Di tipe kecil, terjadi kenaikan harga 4,8 persen di kuartal IV 2019, lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang naik 4,85 persen.

Untuk rumah tipe menengah perlambatan kenaikan harga terjadi dari 3,06 persen menjadi 2,54 persen, untuk rumah tipe besar terjadi kenaikan 1,6 persen melambat dari kuartal sebelumya yang sebesar 1,66 persen.

Surabaya masih menjadi kota dengan kenaikan harga properti residensial tertinggi dengan meningkat 5,85 persen (yoy).

(KA02/AM)