Berita / / Artikel

Laba Unilever Melonjak 39,7 Persen, Berapa Harga Wajar Saham UNVR?

• 27 Oct 2018

an image
Pabrik Produk Skin Care dari Unilever di Cikarang Bekasi

UNVR berhasil membukukan laba bersih Rp7,3 triliun pada periode Januari hingga September 2018

Bareksa.com - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) berhasil membukukan laba bersih Rp7,3 triliun pada periode Januari hingga September 2018, atau meningkat 39,7 persen year on year dari sebelumnya Rp5,22 triliun.

Penjualan bersih raksasa konsumer tersebut tercatat Rp31,5 triliun untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada September 2018. Jika dilihat lebih lanjut, penjualan bersih spesifik pada kuartal III 2018 tercatat Rp10,3 triliun, atau meningkat 5,5 persen (tanpa memasukkan penjualan kategori spreads).

Direktur & Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia, Sancoyo Antarikso, mengatakan perseroan memiliki komitmen untuk terus tumbuh di Indonesia.

UNVR berkomitmen untuk terus memahami perilaku konsumen, menganalisis pergeseran perilaku dan preferensi konsumen untuk dapat mengembangkan inovasi yang secara jitu menjawab kebutuhan konsumen.

Selain meluncurkan inisiatif-inisiatif baru, pada kuartal III 2018, perseroan juga melakukan aksi korporasi penjualan aset kategori spreads dengan nilai transaksi bersih Rp2,8 triliun.

Perseroan mengukuhkan untuk terus tumbuh dengan menghadirkan inovasi dan inisiatif untuk menjangkau kebutuhan konsumen dan segmentasi pasar yang berbeda-beda.

Salah satu strategi yang dilakukan UNVR adalah dengan memasuki bisnis di kategori baru, yaitu peluncuran saus sambal Jawara dan peluncuran produk perawatan tubuh baru, yaitu sabun Korea Glow.

Harga Saham Naik

Pada perdagangan Jumat, 26 Oktober 2018, saham UNVR ditutup di level Rp44.175 per saham atau melemah 125 poin atau 0,28 persen dibandingkan penutupan Kamis.

Sedang pada penutupan perdagangan Kamis 25 Oktober 2018, saham UNVR dengan ditutup menguat 3,02 persen ke level Rp44.300. Selain itu, UNVR juga menjadi saham big caps yang menopang utama kenaikan IHSG pada perdagangan pada Kamis. Saham UNVR ditranskasikan sebanyak 6.028 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp117,88 miliar.

Harga Wajar UNVR

Analisis Bareksa mencoba untuk menghitung harga wajar saham UNVR dengan metode sederhana yakni relative valution berbasis price earning ratio (PER), yaitu perbandingan harga saham (price) terhadap laba per lembar saham (earning per share/EPS).

Langkah pertama yang diperlukan adalah menghitung laba per saham (earning per share/EPS) yang disetahunkan (annualized EPS) serta rata-rata PER dalam waktu yang diinginkan (3-5 tahun).

Adapun untuk menghitung annualized EPS dapat dicari dengan cara (EPS September 2018 – EPS September 2017 + EPS Tahunan 2017). Alhasil proyeksi laba per saham (EPS) saham UNVR hingga akhir 2018 yakni Rp1.190, yang diperoleh dengan cara (Rp957 – Rp685 + Rp918).


Sumber: Laporan Keuangan Perseroan, diolah Bareksa

Kemudian untuk menghitung rata-rata PER saham UNVR, dapat dicari dengan menjumlahkan PER dalam kurun waktu yang diinginkan kemudian dibagi dengan jumlah periode tersebut.


Sumber: Laporan Keuangan Perseroan, diolah Bareksa

Adapun PER yang dapat digunakan untuk mencari harga wajar tersebut dapat menggunakan rata-rata PER dalam lima tahun terakhir, di mana rata-rata PER saham UNVR selama periode 2013 hingga 2017 diperoleh angka 46,84x.

Alhasil harga wajar saham UNVR untuk tahun 2018 dengan metode relative valution berbasis PER diperoleh harga Rp55.725 {Rp1.190 x (46,84x)}.

Apabila dibandingkan dengan penutupan harga saham UNVR pada perdagangan Jumat, 26 Oktober di level Rp44.175, maka saham UNVR dapat dikatakan sudah tergolong murah (undervalued) 20,7 persen.

(AM)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.

Tags: