Berita Hari Ini: BUMI Produksi Batu Bara 40,5 Juta Ton, GIAA akan Rombak Direksi

Bareksa • 21 Aug 2018

an image
Kapal tongkang mengangkut batubara di pe/rairan Teluk Bayur, Padang, Sumbar (Antara Foto/Iggoy el Fitra)

Penjualan MAIN naik 13,8 persen jadi Rp 3,07 triliun, FREN private placement 10 persen,TPIA rampungkan pabrik SRI

Bareksa.com - Berikut ini adalah intisari perkembangan penting di isu ekonomi, pasar modal dan aksi korporasi yang disarikan dari media dan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa, 21 Agustus 2018 :

PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

BUMI sepertinya mampu melanjutkan tren kinerja positif tahun ini. Hal itu tercermin dari realisasi kinerja perusahaan semester I 2018.

Pada periode tersebut, perusahaan memproduksi 40,5 juta ton batu bara. Selain naik 0,7 persen dibanding semester I 2017, realisasi produksi batu bara BUMI setara 46 persen dari target tahun ini yang sebesar 88 juta ton.

Namun, penjualan batu bara BUMI relatif stagnan, yakni 41,4 juta ton, tak jauh beda dengan volume penjualan periode yang sama tahun sebelumnya 41,5 juta ton.

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA)

Emiten maskapai milik negara, GIAA berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 12 September mendatang.

Berdasarkan keterangan resmi yang dipublikasikan perseroan, emiten dengan kode saham GIAA tersebut mengajukan tiga mata acara, salah satunya yaitu perubahan pengurus perseroan.

Pergantian direksi emiten penerbangan tersebut mencuat cukup lama, terutama setelah Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) menuntut agar Direktur Personalia perusaaan dapat segera dihentikan.

Merespons tuntutan yang vokal digaungkan asosiasi perusahaan tersebut, Manajemen menilai pergantian direksi tidak dapat dilakukan sendiri oleh perseroan, namun harus mendapat persetujuan pemerintah atau dalam hal ini direpresentasikan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN)

Sentimen positif menyelimuti kinerja emiten sektor perunggasan (poultry). MAIN juga ikut merasakan sentimen positif ini. Stabilnya harga bahan baku pakan ternak serta meningkatnya harga ayam broiler maupun ayam usia sehari atau day-old chicken (DOC) akan terus mendorong kinerja emiten berkode MAIN ini.

Sepanjang semester I 2018, emiten poultry terbesar ketiga di Indonesia ini berhasil mengerek penjualan bersih 13,8 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp3,07 triliun. Sementara laba bersih melesat 349,61 persen yoy menjadi Rp121,08 miliar.

PT Smartfren Telecom Tbk (FREN)

FREN masih terus menjalankan agenda restrukturisasi bisnisnya. Perusahaan kembali mengandalkan pasar modal guna melancarkan agenda tersebut.

Menyusul beberapa kali aksi korporasi yang sebelumnya telah dilakukan, FREN kembali berencana menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atawa private placement.

Sesuai dengan POJK No.38-2014, private placement bisa dilakukan dengan menerbitkan paling banyak 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Adapun jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perusahaan sebesar 103,7 miliar saham.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)

TPIA telah merampungkan pembangunan pabrik PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI). Pabrik yang memproduksi bahan baku ban ramah lingkungan ini hasil patungan dengan Michelin.

Pabrik yang berlokasi di Banten ini menghabiskan investasi senilai US$ 435 juta. Komposisi pemegang saham usaha patungan ini yaitu TPIA 45 persen dan Michelin 55 persen.

Pabrik SRI akan memproduksi karet polibutadiena dengan katalis neodymium dan karet stirena butadiena atawa styrene butadiene rubber (SBR). Keduanya adalah material untuk memproduksi ban ramah lingkungan.

(AM)