
Bareksa.com - Harga Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) pada perdagangan Rabu, 9 Mei 2018 ditutup melonjak 7,22 persen di level Rp1.930 per saham. PGAS ditransaksikan sebanyak 10.269 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp224,79 miliar.
Berdasarkan aktivitas broker summary, tiga anggota bursa yang paling banyak melakukan pembelian terhadap saham PGAS antara lain Maybank Kim Eng Sekuritas (ZP) dengan nilai pembelian Rp35,83 miliar, kemudian Mandiri Sekuritas (CC) Rp21,25 miliar, dan UBS Sekuritas (AK) Rp 19,05 miliar.
Ketiga anggota bursa tersebut masing-masing berkontribusi terhadap nilai transaksi secara keseluruhan yakni 15,94 persen, 9,45 persen, dan 8,47 persen.
Analisis Fundamental
Secara fundamental, emiten yang bergerak dalam bisnis distribusi gas ini masih mengalami kinerja kurang memuaskan dengan membukukan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2018. Sepanjang periode Januari hingga Maret tahun ini, PGN mencatatkan laba sebesar US$80,35 juta atau sekitar Rp1,11 triliun (kurs Rp 13.800). Angka tersebut turun sekitar 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$96,83 juta atau sekitar Rp1,34 triliun.
Padahal dari sisi top line-nya, perseroan berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan pada kuartal pertama 2018 sebesar US$798 juta atau setara Rp 11,01 triliun. Angka tersebut naik 7 persen dibandingkan pendapatan di periode yang sama tahun 2017 sebesar US$746 juta atau sekitar Rp10,29 triliun.
Adapun peningkatan pendapatan lantaran kebijakan harga gas bumi domestik yang lebih terjangkau bagi pelanggan industri. Dengan kebijakan itu, jumlah penyaluran kepada pelanggan gas bumi segmen industri dan rumah tangga bertambah, khususnya pada tiga bulan pertama tahun ini. Di samping itu, terdapat juga peningkatan konstribusi dari bisnis anak usaha PGN terutama dari pendapatan minyak dan gas.
Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, PGN juga berhasil menyalurkan volume distribusi sebesar 836 MMscfd atau naik sebesar 2 persen dibandinkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan konsumsi gas dari sektor Industri.
Selain itu, pada kuartal pertama 2018 PGN juga mulai menyalurkan gas bumi perdana ke Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur yang dikelola oleh PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS).
Pada tahap awal, gas akan digunakan untuk mengoperasikan pembangkit listrik dan menyuplai kebutuhan pabrik kimia PT Clariant Indonesia yang sudah beroperasi di kawasan industri itu. Jumlah pelanggan gas bumi PGN di JIIPE akan terus bertambah seiring dengan rencana beroperasinya pabrik-pabrik baru di kawasan tersebut.
Analisis Teknikal
Menurut analisis Bareksa, secara teknikal candle PGAS pada perdagangan Rabu kemarin membentuk bullish candle dengan body yang besar menggambarkan saham ini bergerak positif dalam rentang yang cukup lebar hingga hampir ditutup pada level tertingginya.
Volume terlihat mengalami peningkatan signifikan menandakan adanya aksi beli yang cukup kuat pada saham ini sehingga mendorong harganya naik. Selain itu, investor asing juga terpantau melakukan pembelian bersih (net buy) pada saham PGAS senilai Rp8,29 miliar.
Di samping itu, indikator relative strength index (RSI) terpantau mulai berbalik arah naik setelah memasuki area jenuh jual mengindikasikan sinyal kenaikan yang cukup kuat dengan target berada pada resisten terdekat di level Rp2.340. (hm)
DISCLAIMER
Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.