Setahun Terakhir, Performa IHSG Kini Berada di Bawah Reksadana Pasar Uang DOKU

Bareksa • 04 May 2018

an image
Membeli reksa dana melalui aplikasi DOKU

Jika dilihat dalam 1 tahun terakhir, return IHSG hanya 3,74 persen

Bareksa.com – Pada pekan ini, pasar modal Indonesia yang tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahannya, sehingga membuat sebagian pelaku pasar dan investor khawatir. Meskipun demikian, masih ada instrumen investasi yang bertahan dan justru memberikan keuntungan lebih tinggi daripada IHSG dalam setahun terakhir.

Selain telah berada di bawah level psikologis 6.000, kini IHSG terus bergerak ke bawah menguji level support di area 5.800 atau melanjutkan pelemahannya di level terendah di tahun ini. IHSG selama ini sering menjadi acuan bagi pasar keuangan Indonesia, sehingga pergerakannya memengaruhi keputusan investor.

Haruskah Investor Pemula di Reksadana Panik?

Reksadana menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang baru memulai berinvestasi di pasar modal. Bahkan, ada reksadana yang memang ditujukan bagi kalangan investor pemula sesuai dengan karakternya.

Produk reksadana terdiri dari berbagai jenis, yakni reksadana saham, campuran, pendapatan tetap, dan pasar uang. Bagi investor awam yang baru ingin memulai berinvestasi, maka jenis reksadana pasar uang menjadi rekomendasi yang paling sesuai, apalagi jika kondisi pasar cenderung melemah.

Produk reksadana ini telah tersedia pada aplikasi DOKU untuk ponsel berbasis Android, yang memudahkan investor untuk berinvestasi secara online.

Ada dua reksadana pasar uang yang tersedia di aplikasi DOKU dengan tingkat keuntungan positif dan kinerja stabil. Dua reksadana tersebut adalah reksadana Cipta Dana Cash (kelolaan PT Ciptadana Asset Management) dan reksadana Bahana Likuid Syariah (kelolaan PT Bahana TCW Investment Management).

Jika dilihat dalam 1 tahun terakhir, imbal hasil IHSG yang hanya 3,74 persen kini bergerak di bawah indeks reksadana pasar uang. Adapun kedua jenis produk yang dapat dibeli pada aplikasi DOKU tersebut justru menunjukkan performa pertumbuhan nilai aktiva bersih (NAB) yang jauh lebih baik dibandingkan dengan acuannya, yakni Indeks Reksadana Pasar Uang Bareksa.

Dalam 1 tahun terakhir, Cipta Dana Cash telah mencetak keuntungan 6,03 persen (per 3 Mei 2018). Begitupun Bahana Likuid Syariah yang menorehkan return 5,47 persen. Adapun indeks reksadana pasar uang Bareksa tercatat hanya tumbuh 4,01 persen.

Performa Reksadana Pasar Uang 1 Tahun Terakhir (per 3 Mei 2018)

Sumber : Bareksa.com

Dengan tingkat fluktuasi risiko yang paling rendah dibanding jenis reksadana lainnya, reksadana pasar uang mampu memberikan imbal hasil (return) yang lebih tinggi daripada hanya menabung biasa di bank ataupun deposito.

Selain itu, terdapat beberapa keuntungan reksadana pasar uang dibanding dengan deposito seperti dalam tabel berikut.

Ringkasan Perbandingan antara Reksadana Pasar Uang dan Deposito

Sumber : Berbagai sumber, diolah Bareksa

Selain menawarkan keuntungan yang menggiurkan, produk investasi ini dapat dibeli melalui aplikasi dompet digital DOKU yang tersedia untuk ponsel pintar berbasis Android. Investasi melalui aplikasi DOKU memudahkan pengguna untuk menanamkan uangnya hanya bermodalkan ponsel, tanpa harus pergi ke kantor agen penjual reksadana.

Kedua reksadana ini dapat menjadi alternatif investasi untuk memperoleh tingkat pendapatan yang stabil serta menjaga likuiditas dengan tingkat risiko yang relatif rendah.

Masih takut berinvestasi? Coba dulu reksadana pasar uang yang tersedia di aplikasi DOKU ini. (hm)

***

Belum punya akun DOKU?

- Cara buka akun DOKU, klik tautan ini
- Daftar reksadana Bareksa di DOKU, klik tautan ini
- Beli reksadana di DOKU, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.