Adu Kuat Alfamart dan Indomaret, Kinerja Siapa Lebih Unggul?

Bareksa • 07 Mar 2018

an image
Salah satu gerai Alfaria (Bareksa.com/Putu)

Meski nilai total aset kedua perusahaan melonjak 100-125 persen, namun laba bersih keduanya anjlok 85-95 persen

Bareksa.com- Di mana ada gerai Alfamart, maka di sana pula ada Indomaret. Begitu tampaknya persaingan antara dua bisnis ritel raksasa Indonesia tersebut terjadi secara terang-terangan.

Gerai Alfamart merupakan merek minimarket modern yang dikelola oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Adapun Indomaret dioperasikan oleh PT Indomarco Prismatama, unit usaha PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET).

Kemunculan minimarket dalam beberapa tahun terakhir semakin pesat di tengah kehidupan masyarakat yang semakin modern. Dengan sistem waralaba, perusahaan ritel semakin mudah membuka toko tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Akibatnya, outlet Indomaret dan Alfamart kian menjamur hingga ke berbagai pelosok desa di seluruh Indonesia. Keduanya sama-sama menyediakan kebutuhan sehari-hari masyarakat, seperti makanan, kebutuhan rumah tangga hingga parfum dengan harga bersaing.

Di beberapa kota di Indonesia, masyarakat seringkali melihat pemandagangan outlet Indomaret dan Alfamart berdiri bersebelahan atau berhadapan. Dengan strategi bisnis yang tak jauh berbeda, keduanya semakin giat bersaing tak hanya dalam harga tapi juga dalam peningkatan jumlah outlet.

Jika ditelisik dari sisi laporan keuangan, siapa lebih unggul?

Pendapatan & Laba Sumber Alfaria dan Indomarco


Sumber: Laporan keuangan diolah Bareksa

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2017, Alfamart membukukan pendapatan Rp45,6 triliun atau naik 10,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sekitar Rp41,37 triliun.

Meskipun pendapatan naik, namun Alfamart mencatatkan penurunan laba bersih secara signifikan mencapai 85,84 persen di kuartal III 2017. Anjloknya keuntungan emiten berkode AMRT itu akibat realisasi penjualan di bawah harapan dan margin tipis karena persaingan semakin ketat.

Selain itu beban penjualan dan distribusi yang melonjak juga ikut menggerus laba perusahaan. Tercatat beban penjualan dan distribusi naik 17,5 persen menjadi Rp7,7 triliun dari sebelumnya hanya Rp6,6 triliun. 

Tidak hanya Alfamart, Indomaret juga mengalami penurunan laba hingga 95 persen menjadi Rp60 miliar dari sebelumnya Rp1,1 triliun. Padahal dari sisi pendapatan hanya turun 20 persen menjadi Rp47 triliun dari sebelumnya Rp59 triliun.

Jumlah Gerai

Persaingan Alfamart dan Indomaret juga terlihat dari jumlah gerai yang setiap tahunnya selalu bertambah

Dalam presentasi perusahaan, sepanjang kuartal III 2017, Alfamart  memiliki jumlah gerai sebanyak 13.376 unit atau bertambah 920 gerai jika dibandingkan awal 2017.

Sementara PT Indomarco Prismatama, pengelola gerai Indomaret terus gencar berekspansi menambah gerai baru. Hingga kuartal III tahun lalu, perusahaan sudah memiliki 14.846 gerai Indomaret yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah tersebut akan terus ditambah pada tahun ini.

Hingga akhir tahun ini, Indomaret menargetkan penambahan sebanyak 1.000 gerai.

Nilai Total Aset Sumber Alfaria dan Indomarco (Rp miliar)


Sumber: Laporan keuangan diolah Bareksa

Seiring bertambahnya jumlah gerai, nilai aset perusahaan juga melonjak cukup tajam setiap tahunnya.

Pada kuartal III 2017, nilai aset Alfamart naik menjadi Rp21,5 triliun atau naik 20 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp17,8 triliun. Jika dibandingkan 5 tahun sebelumnya, nilai aset Alfamart melonjak hampir 2 kali lipat dari hanya Rp10,8 triliun di kuartal III 2013.

Tidak berbeda, nilai total aset Indomaret pada kuartal III 2017 juga naik 9 persen menjadi Rp22 triliun dari sebelumnya hanya Rp20,3 triliun. Jika dibandingkan periode 5 tahun sebelumnya, nilai aset Indomaret melonjak 125 persen dari sebelumnya hanya Rp9,8 triliun di kuartal III 2013. (AM)