Ingat! WhatsApp akan Tinggalkan Blackberry dan Windows Phone di 2018

Bareksa • 29 Dec 2017

an image
Ilustrasi Whatsapp. (www.whatsappbrand.com)

Langkah memangkas platform itu karena ponsel tersebut sudah tidak lagi populer di masyarakat

Bareksa.com - Jelang akhir 2017, WhatsApp memberikan kabar buruk bagi pengguna smartphone BlackBerry dan Windows Phone. Aplikasi itu menghentikan dukungan layanan mereka pada ponsel berbasis sistem operasi Windows Phone 8.0 dan BlackBerry OS atau BlackBerry 10 per 31 Desember 2017.

Berakhirnya dukungan WhatsApp pada sistem kedua sistem operasi itu bukan keputusan yang mendadak. Sebab tahun lalu, WhatsApp sudah mengimbau kepada pengguna WhatsApp pada sistem operasi populer untuk segera memperbaharui perangkat mereka. (Baca : KemKominfo Komitmen Berantas Hoax, Radikalisme dan Konten Negatif Lain)

Sebelumnya, WhatsApp sudah mengucapkan selamat tinggal pada platform Android yang lebih jadul dari versi 2.3.3, Windows Phone 7, iPhone 3GS/iOS 6, Nokia Symbian S60.

Langkah memangkas platform itu karena ponsel tersebut sudah tidak lagi populer di masyarakat dan tentunya sudah lama. Lebih dari 1 miliar orang di lebih dari 180 negara menggunakan WhatsApp untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga, kapan saja dan di mana saja. (Lihat : INFOGRAFIK: Era Smartphone Picu Evolusi Komunikasi)

Gambar : Detail Info WhatsApp

Sumber : Whatsapp

WhatsApp melansir ada 55 miliar pesan yang dikirim penggunanya setiap harinya, lalu 4,5 miliar foto yang dibagikan dalam waktu sehari saja. Pengguna WhatsApp juga membagikan video hingga 1 miliar setiap harinya. Aplikasi yang dimiliki oleh Facebook ini kini telah mendukung 60 bahasa di seluruh dunia. (Baca : Messenger Meluas, Layanan Suara & SMS Anjlok, Bagaimana Biaya Interkoneksi?)

WhatsApp mengakui langkah yang diambil itu memang sulit buat mereka, namun langkah ini merupakan keputusan yang tepat untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna untuk terus terhubung dengan orang tersayang melalui aplikasi perpesanan tersebut.

Untuk beberapa ponsel dengan sistem operasi tanpa dukungan WhatsApp, maka konsekuensinya tidak akan mendapatkan pembaharuan fitur sehingga bisa aplikasi WhatsApp bisa mati total. (Lihat : Saham Facebook Anjlok, Mark Zuckerberg Kehilangan US$3 Miliar)

Langkah meneruskan atau menghentikan dukungan layanan WhatsApp memang sepertinya mengikuti prinsip ada gula ada semut. Dalam konteks sistem operasi mobile, pada saat ini Android dan iOS merupakan platform yang paling laris di pasar, untuk itu wajar saja WhatsApp fokus pada dua sistem operasi itu dan meninggalkan sistem operasi lainnya. (AM)