Berita Hari Ini: Campina Siap Go Public, Jababeka Terbitkan Global Bond

Bareksa • 20 Nov 2017

an image
Seorang pekerja melintasi layar elektronik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Campina bakal menawarkan 15,04 persen saham dari modal disetor atau sebanyak 855 juta saham baru kepada publik

Bareksa.com - Berikut ini adalah intisari perkembangan penting di pasar modal dan aksi korporasi, yang disarikan dari laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia dan berita media hari ini, Senin, 20 November 2017;

PT Campina Ice Cream Industry

PT Campina Ice Cream Industry tengah memproses penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham. Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan bakal menawarkan 15,04 persen saham dari modal disetor atau sebanyak 855 juta saham baru kepada publik. Campina menunjuk PT Shinhan Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi (underwriter).

Dalam prospektus ringkasnya, Campina berencana menggunakan dana hasil IPO saham untuk dua hal. Setelah dikurangi biaya penjaminan emisi, perseroan akan menggunakan dana IPO Rp260 miliar untuk pelunasan pokok utang. "Sisanya akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja," jelas manajemen Campina, Senin, 20 November 2017. 

Hingga semeser I 2017, total aset Campina tercaatat sebesar Rp1,09 triliun. Jumlah itu terdiri atas total aset lancar Rp722,09 miliar dan aset tidak lancar Rp368,78 miliar. Total utang Campina adalah Rp527,31 miliar dan total ekuitasnya Rp564,5 miliar 

Hingga semester I tahun ini, perseroan membukukan pendapatan Rp450,78 miliar, dengan laba kotor Rp285,24 miliar. Laba bersih perseroan sepanjang semester I 2017 Rp9,9 miliar.

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA)

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menerbikan obligasi global (global bond) senilai US$110,85 juta atau setara Rp1,48 triliun. Kupon obligasi 6,5 persen per tahun dengan tenor enam tahun dan jatuh tempo pada 2023. 

Sekretaris Perusahaan Jababeka, Muljadi Suganda, mengatakan perseroan akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk keperluan pembiayaan kembali (refinancing). KIJA akan melunasi utang bank senilai US$13,31 juta. "Kami juga akan melunasi bond 2019 sebesar US$91,47 juta," ujar Muljadi.

Kewajiban sebesar US$91,47 juta itu merupakan bagian dari sisa kewajiban atas obligasi yang sebelumnya sudah lebih dulu diterbitkan pada 2014.

PT Pan Brothers Tbk (PBRX)

PT Pan Brothers Tbk (PBRX) bakal menjaga pertumbuhan bisnis hingga akhir 2017 di level dua digit. Sekretaris Perusahaan Pan Brothers, Iswar Deni, mengatakan permintaan ekspor garmen hingga menjelang akhir tahun ini tidak mengalami masalah dan tetap on track sesuai proyeksi perseroan.

"Target pertumbuhan penjualan kami 10 hingga 15 persen pada akhir tahun," ujarnya.

Tahun ini, perseroan akan menambah 2 pabrik anak usahanya, PT Eco Smart Garment Indonesia, dengan tambahan kapasitas 21 juta pieces per tahun, sehingga total kapasitasnya menjadi 48 juta pieces per tahun. Pabrik ini direncanakan mulai berproduksi komersil pada 2018.

Sedangkan tahun depan, Pan Brothers berencana menambah kapasitas dengan pembangunan 1 pabrik baru di bawah bendera PT Teodore Pan Garmindo yang berlokasi di Tasikmalaya dan ditargetkan selesai pada akhir 2018. Pabrik ini memiliki kapasitas terpasang 6 juta potong garmen per tahun.

“Kapasitas terpasang untuk garmen kami di akhir 2017 akan naik dari 90 juta pieces per tahun menjadi 111 juta pieces per tahun. Tahun depan naik lagi menjadi 117 juta potong garmen per tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik mencatat selama periode Januari-Oktober 2017 ekspor pakaian jadi senilai US$3,42 miliar atau naik 7,18 persen secara tahunan dari sebelumnya US$3,19 miliar.

PT Pelabuhan Indonesia IV

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) IV atau Pelindo IV berencana membangun pelabuhan halal di Ambon, Maluku dengan investasi Rp15 triliun. Perseroan tengah membidik investor timur tengah untuk merealisasikan rencana tersebut.

Direktur Utama Pelindo IV, Dono Agung, mengungkapkan detil teknis (detail engineering design/ DED) pelabuhan halal di Amon sudah rampung. Detil teknis itu didanai Belanda senilai 1 juta euro. 

"Meski didanai oleh Belanda untuk DED-nya, kami tidak ada ikatan kerjasama dengan Belanda dalam membangun halal port di Ambon ini," kata dia.

PT Pindad

PT Pindad menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) senilai Rp1 triliun dengan kupon 9,25 persen. MTN tersebut akan diterbitkan secara bertahap pada 17 November - 17 Desember 2017. 

Presiden Direktur Danareksa Capital, Uriep Budhi Prasetro, mengungkapkan MTN Pindad telah memperoleh peringkat single A dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Sedangkan penerbitan MTN secara bertahap akan dilakukan sesuai kesepakatan perseroan dengan investor. 

Berdasarkan hasil tes pasar yang telah dilakukan, MTN Pindad menarik bagi investor, sehingga sebetulnya tingkat permintaan lebih besar dari target dana Rp1 triliun. 

Rencananya, usai menerbitkan MTN I Tahap I tahun 2017 senilai Rp300 miliar, perseroan akan melanjutkan penerbitan MTN selanjutnya Rp200 miliar dan terakhir Rp300 miliar.  (AM)