
Bareksa.com - Berikut ini adalah intisari perkembangan penting di pasar modal dan aksi korporasi, yang disarikan dari media dan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.
PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
GGRM bakal membagikan dividen tunai untuk Tahun Buku 2016 dengan nilai Rp 5 triliun atau Rp 2.600 per lembar saham.
Untuk tanggal cum dividen di pasar tunai jatuh pada 6 Juli 2017. Tanggal pencatatan (recording date) pada 6 Juli 2017. Adapun, tanggal pembayaran dividen tunai akan dilangsungkan pada 19 Juli 2017
PT Petrosea Tbk (PTRO)
Perusahaan pertambangan, PTRO mendapat kontrak penting dari PT Maruwai Coal. Kontrak tersebut bisa memberikan kontribusi besar pada pendapatan perusahaan tahun ini.
PTRO menyebutkan, perolehan kontrak ditandai dengan penandatanganan Construction Contract Lampunut Road, Bridge and Earthworks Construction. Nilai kontrak tersebut mencapai Rp 1,27 triliun dengan jangka waktu selama dua tahun.
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP)
Realisasi belanja modal PTPP diperkirakan mencapai Rp 1,02 triliun pada semester I 2017 atau sekitar 5 persen dari target Rp 21 triliun sepanjang tahun ini.
Direktur Keuangan PTPP Agus Purbianto mengatakan realisasi belanja modal itu masih relatif sedikit karena perseroan belum banyak merealisasikan rencananya. Salah satu yang sedang diseleksi perusahaan adalah independent power producer (IPP) di mana emiten berkode saham PTPP itu melalui anak usahanya, PT PP Energi, berencana melakukan akuisisi IPP.
PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)
GJTL memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp 17,4 miliar atas kinerja perusahaan tahun lalu. Pembagian dividen tersebut setara dengan 2,7 persen dari total laba bersih yang didapat perusahaan pada Tahun Buku 2016.
Nilai dividen kecil dari total laba bersih karena perusahaan tengah menyelesaikan proyek ekspansi.
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
ERAA akan menambah 60 gerai ritel baru untuk mendorong penjualan tahun ini. Selain itu, perusahaan distributor alat telekomunikasi dan pendukungnya ini juga berencana merenovasi 60 toko milik perusahaan.
Adapun belanja modal yang disiapkan untuk menambah toko baru maupun renovasi sekitar Rp 100 miliar.
Harga Minyak Mentah
Harga minyak mentah turun ke level terendah dalam sembilan bulan terakhir pada perdagangan kemarin, di tengah kekhawatiran bahwa kesepakatan pemangkasan produksi OPEC bakal gagal untuk mengurangi pasokan global.
Minyak mentah patokan Amerika Serikat, West Texas Intermediate, untuk pengiriman Juli melemah 2,2 persen atau 0,97 poin ke level US$ 43,23 per barel di New York Mercantile Exchange, terendah sejak pertengahan September
PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA)
Emiten perkebunan TBLA bakal melunasi Obligasi II Tunas Baru Lampung Tahun 2012 senilai Rp 1,02 triliun pada 5 Juli 2017.
Nilai pokok obligasi tersebut mencapai Rp 1 triliun. Adapun bunga obligasi ke-20 yang akan dibayarkan sebesar Rp 26,25 miliar dengan tingkat bunga 10,5 persen per tahun dan dibayar setiap tiga bulan.
PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN)
MAIN menyiapkan anggaran belanja modal sebesar US$ 50 juta pada tahun ini yang difokuskan untuk membangun fasilitas pengering jagung (corn dryer) dan membangun peternakan.
Sumber belanja modal tersebut akan berasal dari kas internal perseroan sebesar 30 persen. Adapun 70 persen capital expenditure akan ditarik dari pinjaman bank yang kemungkinan berasal dari kreditur perseroan, yakni PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank CIMB-Niaga Tbk., dan PT Bank UOB Indonesia.