Berita / / Artikel

Cadangan Devisa Tembus US$123,2 Miliar; Tertinggi Dalam 6 Tahun Terakhir

• 09 May 2017

an image
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara (kiri) bersama Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Juda Agung (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di Jakarta. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Posisi cadangan devisa per akhir April 2017 tersebut cukup untuk membiayai 8,9 bulan impor

Bareksa.com – Bank Indonesia (BI) mengumumkan posisi cadangan devisa Indonesia akhir April 2017 telah mencapai US$123,24 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya dan juga menembus rekor tertinggi sejak enam tahun terakhir ini.

Dengan nilai cadangan devisa yang tinggi itu, Pemerintah mampu untuk membiayai 8,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini berada jauh di atas standar kecukupan internasional yaitu harus memiliki kemampuan minimal pembayaran 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut dapat mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Pasalnya capaian cadangan devisa saat ini sanggup memenuhi kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas yang akan jatuh tempo.

BI menyebut peningkatan ini berasal dari penerimaan pajak dan devisa ekspor migas bagian pemerintah, serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas.

Grafik : Pertumbuhan Cadangan Devisa Indonesia (US$ Miliar)

Sumber : Bank Indonesia, diolah Bareksa

Tags: