Berita / / Artikel

Masih Perbaiki Syariah, Laba BJB Kuartal I-2017 Hanya Naik 2%

• 28 Apr 2017

an image
Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan (tengah), Direktur Konsumer Fermiyanti (kanan) dan Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Sam Ratulangi Herman Karamoy (kiri) memaparkan Economy Outlook & Perbankan tahun 2017 di Manado, Sulawesi Utara. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

Manajemen BJB yakin proses restrukturisasi BJB Syariah berjalan mulus dan akan memberi laba pada Juni

Bareksa.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) masih harus berkutat dengan dua fokus utama. Dua fokus yang dimaksud adalah menjaga pertumbuhan laba dan memperbaiki masalah non performing financing (NPF) di anak usahanya, yakni BJB Syariah.

Dua fokus itu pun tak bisa terpisahkan, mengingat laba bersih BJB pada kuartal I-2017 hanya naik 2 persen dari Rp437 miliar menjadi Rp446 miliar. Direktur Utama BJB Ahmad Irfan menerangkan, pihaknya berharap proses restrukturisasi BJB Syariah berjalan lancar dan kembali memberi kontribusi laba bagi perseroan.

“Sehingga, kami harapkan pertumbuhan laba BJB akan terjaga sampai akhir tahun ini,” ucap Irfan, Kamis, 27 April 2017.

Secara umum, kinerja BJB secara bank only cukup baik. Lihat saja pertumbuhan kreditnya yang naik 13,6 persen menjadi Rp62,7 triliun. Kemudian dana pihak ketiga (DPK) naik 4,9 persen menjadi Rp78,16 triliun.

Bahkan, rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) BJB pun membaik dari 2,84 persen menjadi 1,62 persen. “Kami akan jaga rasio NPL pada level 1,6 persen sampai 1,7 persen,” terang Irfan.

Berbeda dengan induknya, BJB Syariah masih mengalami tekanan NPF. Per kuartal I, NPF gross BJB Syariah mencapai 18 persen, dengan NPF nett 4,8 persen.

“Tapi restrukturisasi NPF BJB Syariah terus berjalan. Bahkan kami menilai, Juni nanti sudah bisa berkontribusi laba bagi kami,” ungkap Irfan.

Terlepas dari itu, BJB pada 6 April 2017 telah merealisasikan penambahan modal ke BJB Syariah sebesar Rp250 miliar. Penyertaan modal ini merupakan penyertaan modal lanjutan dari modal dasar BJB Syariah sebesar Rp2 triliun.

Dengan penambahan modal tersebut, total modal disetor BJB ke BJB Syariah menjadi Rp1,245 triliun. Adapun komposisi kepemilikan BJB di BJB Syariah naik 0,28 persen dari 98,61 persen menjadi 98,89 persen. (hm)

Tags: