Berita / / Artikel

Ekonomi Indonesia Diperkirakan Tumbuh 4,95% Kuartal I/2017

• 05 Apr 2017

an image
Pemandangan jalan layang (fly over) bus Transjakarta koridor XIII Kapten Tendean-Ciledug sepanjang 9,3 kilometer di Tendean, Jakarta. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Belanja pemerintah menjadi salah satu penopang, di samping konsumsi domestik

Bareksa.com - Kuartal I pada 2017 sudah berakhir. Kondisi perekonomian mulai bergerak stabil, meski belum semua aspek ekonomi memperlihatkan perbaikan secara positif. Kinerja ekonomi pada tiga bulan yang berakhir Maret ini dinilai lebih baik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

PT Bahana Sekuritas menyakini setelah melihat kondisi perekonomian Indonesia kini sudah sejalan dengan perbaikan dan penguatan yang terjadi di pasar global. Pengamat ekonomi, Fakhrul Fulvian, menyatakan bahwa pada kuartal I tahun 2017 ini, ekonomi Indonesia akan tumbuh di kisaran 4,95 persen secara tahunan. “Tidak berbeda jauh dari pencapaian di kuartal IV-2016 yang tumbuh 4,94 persen,” ujarnya.

Lanjutnya, bila pemerintah tidak sangat hati-hati dalam membelanjakan anggaran, sebenarnya perekonomian di kuartal I-2017 bisa mencapai 5,1 persen. Pasalnya, belanja pemerintah akan memberikan multiplier effect ke berbagai sektor. Termasuk mendorong masuknya investasi swasta serta meningkatkan daya beli masyarakat.

Pada pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2106, belanja pemerintah yang melambat 4,05 persen memberikan dampak secara keseluruhan yakni hanya tumbuh 5,02 persen. Padahal di periode yang sama, ekspor tumbuh sebesar 4,24 persen dan investasi tumbuh 4,8 persen, serta konsumsi masyarakat yang bergerak di angka 4,99 persen.

Grafik: Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP) Tahunan

Sumber: Tradingeconomics.com

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Indonesia Februari 2017 mencapai US$12,57 miliar, meningkat 11,16 persen dibanding Februari 2016. Adapun nilai impor Indonesia Februari 2017 mencapai US$11,26 miliar, meningkat 10,61 persen dibandingkan Februari 2016. (Baca juga: Ekspor Tumbuh Kencang, Indonesia Surplus US$1,04 Miliar Januari 2017)

Konsumsi masyarakat dan perbaikan ekspor masih terus memperlihatkan perbaikan, dibandingkan dengan tahun lalu. Diketahui memang, konsumsi masyarakat kita masih memberikan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia setiap tahunnya.

Sebagai catatan, indeks harga konsumen di dalam negeri tercatat deflasi karena pemerintah sangat menjaga harga bahan pokok, terutama harga bumbu supaya terjaga stabil turun. Walau tercatat deflasi pada Maret lalu, sekuritas pelat merah ini masih mempertahankan perkiraan inflasi sampai akhir tahun ini berada di kisaran 4,4 persen. Per Maret 2017, inflasi tahunan (yoy) mencapai 3,6 persen, masih sejalan dengan target Bank Indonesia yakni 3-5 persen.

Grafik: Tingkat Inflasi Tahunan (YOY) 2014-2017

Sumber: Bareksa.com

Bahana menyakini dengan pemulihan global yang terus berjalan, terlihat dari pernyataan The Fed yang mulai mengkhawatirkan kenaikan inflasi sehingga memicu kenaikan suku bunga hingga akhir tahun 2017, pertumbuhan ekonomi akan tumbuh di kisaran 5,3 persen. Kenaikan inflasi akan menjadi tolak ukur adanya pergerakan dan peningkatan permintaan di pasar, yang lebih tinggi dibanding ketersediaan sisi suplai.

“Ini semakin memperkuat prediksi bahwa perekonomian Indonesia sudah mulai beranjak dari tahap stabilisasi ke tahap ekspansi,” imbuh Fakhrul. (K02)

Tags: