Chart Of The Day: Suku Bunga Dipangkas, Pasar Obligasi Cerah

Bareksa • 15 Jan 2016

an image
Yield obligasi 10 tahun 14 Januari 2016 tercatat 8,54 persen

Prospek pasar obligasi positif dengan ekspektasi penurunan suku bunga sekali lagi

Bareksa.com – Kemarin (Kamis, 14 Januari 2016) Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia sepakat memangkas suku bunga acuan (BI Rate) 25 basis poin menjadi 7,25 persen setelah mempertahankannya di level 7,5 persen selama 11 bulan. (Baca juga: BI Rate Turun, Sektor Perbankan & Barang Konsumsi Bisa Diuntungkan).

Penurunan suku bunga acuan erat kaitannya dengan harga obligasi. Ketika suku bunga diturunkan, imbal hasil (yield) obligasi turun sehingga harga obligasi cenderung akan naik. Pada 17 Februari 2015, ketika BI memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dari 7,75 persen menjadi 7,50 persen, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun langsung turun menjadi 7,13 persen dari 7,34 persen dalam satu hari dan sempat menyentuh 6,97 persen 10 hari sejak pemotongan suku bunga.

Adapun kemarin, pergerakan yield obligasi ketika pengumuman pemotongan suku bunga cenderung flat di 8,5 persen.

Sementara itu, para analis mengekspektasikan pemotongan suku bunga sekali lagi sebesar 25 basis poin untuk tahun ini. Jika BI memangkas sekali lagi suku bunganya tahun ini, maka dapat menjadi kabar baik untuk pasar obligasi ke depannya.

Grafik: Pergerakan Yield 10 Tahun  23 Oktober 2014 – 14 Januari 2016

 

Sumber: Bareksa.com

Apalagi prospek kenaikan peringkat/rating Indonesia oleh Standard and Poor's (S&P) pada Mei tahun ini setelah 2015 lalu S&P menaikkan outlook menjadi 'positive' dari 'stable'. Hal ini memperbesar kans Indonesia untuk masuk ke dalam investment grade.