
Bareksa.com – Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) 7,5 persen dan suku bunga pinjaman (lending rate) tetap 8 persen serta suku bunga simpanan (deposit rate) tetap 5,5 setelah The Fed menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 0,25 - 0,50 persen. Sebagian besar analis telah memperkirakan BI rate akan tetap pada level 7,5 persen dan mengekspektasikan penurunan terjadi pada awal tahun depan.
Sebelumnya BI mendapat tekanan dari berbagai pihak untuk menurunkan suku bunga. Hari ini (Kamis, 17 Desember 2015), ekonom Faisal Basri seperti dikutip detikfinance mengatakan "BI tolong langsung turunkan suku bunga 50 basis poin jadi 7%. Kalau 7% dikurangi inflasi 3% masih ada 4%. Harusnya pantasnya turunnya menjadi 5% meski memang harus gradual supaya uang tidak lari tiba-tiba." (Baca juga: JK, Darmin, Luhut Vs Agus Martowardojo - BI Rate Perlu Turun?)
Grafik : Pergerakan Suku Bunga Acuan Bank Indonesia
Sumber: diolah Bareksa
Selain Hongkong yang langsung mengikuti The Fed menaikkan suku bunganya menjadi 0,75 persen dari 0,50 persen, negara tetangga seperti Thailand, Taiwan dan China justru telah melonggarkan kebijakan moneternya (Baca juga : Thailand, Taiwan, China Sudah Turunkan Suku Bunga, Kenapa BI Masih Ragu?)