Fed Rate Disinyalkan Naik Desember 2015

Bareksa • 29 Oct 2015

an image
U.S. Federal Reserve Chair Janet Yellen holds a news conference at the Federal Reserve in Washington - (REUTERS//Kevin Lamarque)

Suku bunga The Fed tetap dipertahankan di level 0 – 0,25 persen, namun ada kemungkinan naik Desember tahun ini

Bareksa.com - Dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27-28 Oktober 2015, bank sentral AS atau The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga (Fed Rate) di level 0 – 0,25 persen. Sejak Desember 2008, The Fed telah mempertahankan suku bunga 0 – 0,25 persen. Namun, The Fed mempertimbangkan untuk melakukan pengetatan moneter pada pertemuan FOMC selanjutnya yang akan berlangsung pada Desember 2015. Artinya, ada sinyal suku bunga acuan bank sentral AS akan naik akhir tahun ini. 

Pernyataan The Fed ini lebih 'optimis' dibanding sebelumnya pada September lalu, di mana kenaikan suku bunga The Fed bisa mundur karena kondisi ekonomi dunia.

Menilik data ekonomi AS, The Fed menyatakan data tenaga kerja di Negeri Paman Sam terjaga dan target inflasi sebesar 2 persen akan dicapai dalam jangka menengah. Angka inflasi AS saat ini terhitung masih rendah karena menguatnya mata uang dolar AS terhadap mata uang lain dan juga perlambatan ekonomi China.

Dollar Spot Index yang mengukur nilai AS Dollar relatif terhadap mata uang global telah naik ke level tertingginya sejak Oktober 2015. (Lihat grafik)

Grafik Dollar Spot Index 1 Bulan

Sumber : Bloomberg, Bareksa.com

Bursa saham dalam negeri bereaksi negatif atas pengumuman ini. IHSG telah turun 1,5 persen pada perdagangan hari ini (Kamis 29 Oktober 2015). Satu jam setelah pembukaan perdagangan, IHSG telah merosot ke level 4.534,6.

Grafik IHSG Intraday

Sumber : Bareksa.com

 

Nilai tukar Rupiah relatif stagnan tiga hari terakhir. Pada perdagangan hari ini, nilai tukar Rupiah menguat ke level Rp 13.585 per dolar.  (Baca juga : Rupiah Kembali Sentuh Rp13.650/$, Mengapa Rupiah Melemah Lagi?)

Grafik Pergerakan Nilai Tukar Rupiah

Sumber : Bloomberg