Berita / / Artikel

MARKET FLASH: BSDE Tawarkan Global Bond; VIVA Batal Terbitkan Obligasi

• 20 Apr 2015

an image
Seorang tenaga penjual menjelaskan produk perumahan yang dikembangkan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) kepada konsumen di Kantor Marketing Sinar Mas Land, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Bank Indonesia memproyeksikan defisit transaksi berjalan pada triwulan pertama di level 1,6 persen dari PDB

Bareksa.com - Berikut market issue yang kami peroleh dari koran hari ini:
- PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) membatalkan rencana emisi obligasi, dan lebih memilih pinjaman sindikasi bank senilai $195 juta atau sekitar Rp2,5 triliun. VIVA akan menggunakan pinjaman bank untuk melunasi (refinancing) utang. Rencana ini ditargetkan terealisasi pada kuartal II tahun ini.

- Rusia menargetkan investasi di Indonesia hingga $100 miliar dalam tiga tahun untuk pembangunan infrastruktur jalan raya, produksi pesawat, smelter alumunium, sumber energi terbarukan, riset nuklir, dan rel kereta api.

- PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melalui anak usahanya, Global Prime Capital Pte Ltd, tengah menawarkan obligasi global kepada investor asing. Dalam penawaran tersebut, Citi bertindak sebagai koordinator tunggal, sedangkan UBS sebagai bookrunner.

- PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mengantongi pendapatan prapenjualan (marketing sales) pada kuartal I-2015 sebesar Rp1,74 triliun, mencapai 16,5 persen dari target tahun ini, yang sebagian besar disumbangkan dari penjualan proyek di kawasan Jabodetabek. Marketing sales kali ini bertumbuh 28,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,36 triliun.
- PT Wilmar Nabati Indonesia, perusahaan pengolahan kelapa sawit terbesar di dunia, berencana membangun pabrik terpadu di kawasan industri Maloy, Kalimantan Timur dengan nilai investasi sekitar $1 miliar (Rp12,83 triliun).

- Bank Indonesia memproyeksikan defisit transaksi berjalan pada triwulan pertama di level 1,6 persen dari produk domestik bruto (PDB), lebih kecil dari perkiraan sebelumnya di rentang 1,8-2 persen, akibat surplus neraca dagang naik dua kali lipat dibanding kuartal I tahun lalu.

- PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) akan membenahi pabrik pengolahan sagu dan pembangkit listrik dengan nilai investasi mencapai $27,8 juta. ANJT menargetkan pabrik pengolahan sagu basah beroperasi pada kuartal keempat tahun ini, sementara pembangkit listrik diperkirakan rampung pada kuartal pertama tahun depan.

- Perusahaan distributor gas PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) hanya menunggu persetujuan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan pencatatan kembali (relisting) sahamnya. Rencananya setelah relisting, KOPI akan melakukan rights issue untuk meningkatkan permodalannya. (np)

 

Tags: