Berita / / Artikel

Banyak broker gas tidak kembangkan infrastruktur

• 05 Dec 2013

an image
(PGN) instalation in di Bojanegara, Serang, Banten - (ANTARA/Dhoni Setiawan)

Terdapat lebih dari 63 trader gas di Indonesia yang sebagian besar sebagai broker tidak mengembankan infrastruktur


Saat ini, terdapat lebih dari 63 trader gas di Indonesia, yang mana sebagian besar bertindak sebagai broker yang tidak mengembangkan infrastruktur. Padahal, sesuai Keputusan Menteri ESDM tahun 2012, jaringan pipa yang sekarang ini ada baru sekitar 20% dari yang seharusnya.

Krisis energi ini, lanjut dia, makin diperdalam dengan para kartel yang bekerjasama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak nasional, menjual alokasi gasnya dengan tidak transparan ke broker gas yang tidak memiliki fasilitas. 

"Sedangkan trader dan broker gas lain sampai saat ini tidak ada yang tahu berapa margin dan fee yang telah mereka tetapkan," kata Aris di Jakarta, Kamis. 

Sementara Badan Usaha lainnya yang memiliki pipa Cilamaya – Cilegon yang dibangun tahun 1974 dengan skema hulu, dengan panjang pipa hanya 360 km tarif toll fee nya mencapai US$ 1,9 per mmbtu. 

Sementara itu, terkait dengan pelaksanaan open access pada pipa hilir gas, PGN telah melaksanakannya pada ruas Grissik-Batam-Singapura jauh sebelum Permen ESDM No 19/2009 dikeluarkan. 

Karena IDLP menjual gas ke pelanggan eksisting, dalam hal ini PLN Batam dan tidak mengembangkan infrastruktur untuk menjangkau pasar baru. 

"Perpanjangan rantai bisnis gas ini selain menimbulkan stagnasi pengembangan infrastruktur gas, juga membuat ekonomi biaya tinggi. Jadi tidak ada sejarahnya open access akan menurunkan harga gas," papar Aris.

"Namun, bila pemerintah ingin menerapkan open access dan 
unbundling, PGN meminta penerapannya diberlakukan secara adil dan fair," tambah Aris. 


"Bagi kami, open access bukan merupakan momok menakutkan. Permasalahannya bukan pada 
open access, tapi penerapan alokasi gas diberlakukan secara fair dan adil," ujar Aris.

"Permasalahannya bukan pada 
open access, tapi apakah penerapan skema bisnis gas tersebut diberlakukan secara fair dan adil," terang Aris.

Aris mencontohkan pada Inggris. Sebelum 1967, Inggris memiliki lebih dari 1.024 perusahaan gas. Kemudian pada 1967 semua dilebur menjadi British Gas yang memiliki hak monopoli gas sampai terjadinya UK National Gas Grid yang melingkupi seluruh daratan Inggris. 
<span rgb(85,="" 110,="" 135);="" font-family:="" arial;="" font-size:="" 14px;="" line-height:="" normal;"="">"Baru pada tahun 1986, Inggris menerapkan open access pada jaringan pipa gas," tutup Aris. (End/fu)

Tags: