Target Nikah Tahun Depan? Ini Cara Siapkan Biayanya

Hanum Kusuma Dewi • 15 Mar 2021

an image
Ilustrasi pasangan pengantin sedang melangsungkan pesta pernikahan. (shutterstock)

Investasi reksadana pasar uang bisa jadi alternatif mengumpulkan biaya nikah

Bareksa.com - Menikah adalah momen yang sakral dan menjadi gerbang bagi kehidupan baru. Pernikahan yang diharapkan hanya sekali seumur hidup haruslah bisa dikenang dengan baik. 

Cara membuat pernikahan menjadi momen terindah tentu dengan pesta perayaan. Pesta pernikahan butuh perencanaan dan biaya yang cukup agar bisa berjalan dengan lancar. 

Di masa pandemi mungkin kita tidak bisa membuat pesta yang mengumpulkan banyak orang, tetapi kita masih bisa merayakan momen indah ini secara virtual bersama orang terdekat. Menurut aturan, jumlah maksimal orang yang boleh berkumpul adalah 30 orang, ditambah adanya protokol kesehatan seperti jaga jarak, masker, face shield, pengukur suhu tubuh dan hand sanitizer. Tidak hanya itu, kita juga bisa mengirimkan souvenir untuk para kerabat yang datang secara virtual.

Berikut ilustrasi budget pernikahan di masa new normal, dengan perkiraan total dana sekitar Rp101 juta. 

Tabel Ilustrasi Biaya Pernikahan New Normal

Keterangan
Biaya

Gedung

Rp15.000.000

Tarif KUA/Administrasi agama

Rp1.000.000

Catering 30 pax @Rp300rb

Rp9.000.000

Busana & rias pengantin

Rp20.000.000

Dekorasi

Rp15.000.000

Souvenir 100 x @Rp50rb

Rp5.000.000

Dokumentasi

Rp15.000.000

Alat protokol kesehatan

Rp1.000.000

Wedding organizer

Rp20.000.000

TOTAL

Rp101.000.000

Sumber: Riset Bareksa

Biaya pernikahan sebaiknya tidak bersumber dari utang agar tidak membebani di masa depan. Kalau kita punya rencana menikah setahun lagi, kita bisa mengumpulkan biaya pernikahan ini dengan investasi di reksadana pasar uang. 

Investasi reksadana punya potensi imbal hasil yang lebih tinggi daripada menabung di bank. Selain itu, imbal hasilnya bersih karena tidak terkena pajak atau biaya admin bulanan lagi. 

Investasi reksadana juga bisa dilakukan secara online menggunakan fitur Invest di aplikasi OVO. Fitur OVO | Invest merupakan kolaborasi OVO dengan Bareksa sebagai APERD yang menyediakan reksadana pasar uang Manulife OVO Bareksa Likuid (MOBLI). 

Menurut data historis per 10 Maret 2021, imbal hasil reksadana pasar uang ini 0,26 persen sebulan atau 3,12 persen setahun. Kita bisa menggunakan asumsi ini untuk menghitung simulasi dana yang perlu ditabung tiap bulan selama setahun ke depan. 

Grafik Simulasi Investasi Reksadana Pasar Uang

Sumber: Bareksa.com

Berdasarkan kalkulator investasi Bareksa, untuk mendapat Rp101 juta dalam setahun, kita perlu investasi rutin Rp8,3 juta per bulan. Modal awal yang dikumpulkan Rp99,6 juta dan ditambah imbal hasil totalnya bisa mencapai Rp101 juta. 

Nah dengan perencanaan keuangan dan investasi rutin di reksadana pasar uang, tujuan menyelenggarakan pesta pernikahan di tahun depan bisa terlaksana. 

Ayo, mulai investasi reksadana sekarang untuk capai apapun tujuan keuangan kamu. 

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini

- Beli reksadana, klik tautan ini

- Pilih reksadana, klik tautan ini

- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

 

DISCLAIMER​

Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.