Reksadana Terbanyak Dicari di Google Selama Pandemi, Sudahkah Kamu Investasi?

Abdul Malik • 24 Feb 2021

an image
Googleplex, Kantor Pusat Google di Mountain View, California. (Shutterstock)

Semakin banyak orang Indonesia yang meningkatkan pengetahuannya di bidang keuangan untuk mempersiapkan masa depan

Bareksa,com - Selama pandemi covid-19 orang Indonesia banyak mencari informasi soal keuangan di mesin pencarian Google. Tercatat, reksadana adalah kata yang terbanyak dicari di Google.

Hal itu diungkapkan Google melalui laporan Year In Search 2020, Google mencatat adanya perubahan di keuangan, karena semakin banyak orang Indonesia yang meningkatkan pengetahuannya di bidang keuangan untuk mempersiapkan masa depan.

Penelusuran terkait “reksadana” naik 210 persen, “tips menabung” naik 140 persen, “dana darurat” naik 140 persen, dan “beli emas online” naik 85 persen.

Selama periode satu tahun dari November 2019 - Oktober 2020, perubahan pencarian di Google antara lain terkait perawatan kecantikan dan tubuh. Seiring adaptasi rutinitas kecantikan di masa new normal, hal yang dicari pengguna di internet juga ikut berkembang.

"Penelusuran “cara mewarnai rambut sendiri” naik 95 persen dan “cara menghilangkan gigi hitam” naik 30  persen," jelas Muriel Makarim, Head of Large Customer Marketing Google Indonesia, saat konferensi pers Year In Search 2020, Selasa (23/2/2021) dilansir www.idxchannel.com.

Jumlah Investor dan Kelolaan Reksadana Melesat

Laporan Google tentang kata kunci reksadana yang terbanyak dicari selama masa pandemi seiring dengan kinerja industri dan melesatnya jumlah investor. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melaporkan jumlah investor reksadana sepanjang 2020 melesat 78,38 persen jadi 3,16 juta dibandingkan akhir 2019.

Bahkan pada Januari 2021 investor reksadana melesat jadi 3,5 juta, atau bertambah sekitar 400.000 investor hanya dalam waktu sebulan. Direktur Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Supranoto Prajogo, mengatakan pandemi Covid-19 membuat frekuensi transaksi reksadana meningkat. Sebelumnya, frekuensi transaksi hanya mencapai 500-800 ribu per hari. Sedangkan saat ini sudah mencapai 1-2 juta transaksi per hari.

"Adanya fintech mengakselerasi banyak hal, termasuk transaksi di pasar modal," ujarnya di Jakarta awal Februari lalu.

Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report December 2020 yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat dana kelolaan industri reksadana nasional pada Desember 2020 juga berhasil melesat 5,79 persen secara year to date (YtD) jadi Rp573,5 triliun.

Nilai itu merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah industri reksadana nasional. Rekor asset under management (AUM) pada Desember 2020 mengalahkan catatan rekor sebelumnya pada Oktober 2019 yang senilai Rp553,26 triliun.

Dana kelolaan reksadana pada akhir tahun 2020 bertambah Rp31,3 triliun dibandingkan Desember 2019 yang senilai Rp542,2 triliun. Adapun secara bulanan, dana kelolaan reksadana Desember 2020 bertambah Rp25,7 triliun atau naik 5 persen dari November 2020 yang senilai Rp547,84 triliun.

Melihat antusiasme masyarakat untuk berinvestasi di reksadana, Apakah sudah investasi reksadana? Demi kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko kamu ya!

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.